Jalur Seba-seba Ditutup Usai Warga dan Sopir Travel Berulang Kali Bersitegang

Regional186 Dilihat

MOROWALI, REPUBLIX.ID – Perselisihan yang berulang antara warga dan sopir travel berujung pada penutupan Jalur Seba-seba di Desa Bahomoahi, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Akses yang menjadi jalur alternatif tersebut ditutup sementara pada Kamis, 8 Oktober 2026 untuk meredam ketegangan di lokasi.

Keputusan penutupan diambil melalui kesepakatan antara masyarakat dan pemilik lahan. Konflik yang kerap terjadi di pos palang dinilai berpotensi meluas jika tidak segera ditangani.

Kepala Desa Bahomoahi, Asep Anwar, mengatakan penutupan dilakukan untuk mencegah perselisihan yang selama ini berulang menjadi persoalan yang lebih besar.

Menurut dia, video pertengkaran di pos palang tersebut berulang kali beredar dan memicu perhatian publik. Pemerintah desa memilih menghentikan sementara aktivitas di jalur itu sembari menunggu langkah penyelesaian dari pemerintah daerah.

“Daripada masalah ini membesar menjadi konflik, lebih baik ditutup sementara sambil menunggu pemerintah daerah mengambil tindakan yang tepat,” kata Asep.

Ia menegaskan, penutupan tersebut bukan dimaksudkan sebagai penyelesaian akhir. Pemerintah Desa Bahomoahi berencana meminta petunjuk dan arahan Pemerintah Kabupaten Morowali agar polemik jalur alternatif itu dapat diselesaikan secara menyeluruh.

Asep berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengakhiri perselisihan sekaligus memberikan kepastian mengenai persoalan yang memicu ketegangan antara warga dan sopir travel.

Di tengah polemik tersebut, Asep juga membantah tudingan yang mengaitkan pemerintah desa dengan aktivitas pungutan uang di pos palang. Ia mengaku keberatan karena nama pemerintah desa disebut-sebut menerima aliran dana dari pungutan tersebut.

Ia menegaskan pemerintah desa tidak terlibat sebagaimana tuduhan yang beredar. Menurut Asep, pencatutan nama pemerintah desa dalam persoalan itu telah menimbulkan kesan yang merugikan institusinya.

Penutupan Jalur Seba-seba kini menjadi langkah sementara untuk meredakan situasi. Penyelesaian lebih lanjut masih menunggu arahan pemerintah daerah, terutama untuk menjawab polemik yang selama ini memicu ketegangan di jalur alternatif tersebut.

Penulis: Ris