Jamaah An-Nadzir di Gowa Kembali Rayakan Idul Adha Lebih Awal dari Pemerintah

Regional194 Dilihat

GOWA, REPUBLIX.ID – Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa kembali menetapkan Hari Raya Idul Adha lebih cepat dibanding pemerintah. Komunitas keagamaan tersebut memutuskan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026.

Keputusan itu membuat pelaksanaan Idul Adha Jamaah An-Nadzir berbeda satu hari dari penetapan resmi pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia yang menetapkan hari raya kurban pada Rabu, 27 Mei 2026.

Pimpinan Jamaah An-Nadzir Gowa, M Samiruddin Pademmui, menyebut penentuan tersebut diperoleh dari hasil pengamatan tim rukyat internal yang selama ini menjadi pedoman jamaah dalam menentukan kalender Hijriah.

“Pelaksanaan salat Idul Adha akan digelar pada Selasa pagi pukul 07.00 WITA di kawasan permukiman jamaah,” kata Samiruddin dikutip dari Lontaratoday.web.id, Senin (25/5/2026).

Menurut dia, tim pemantau bulan Jamaah An-Nadzir mencatat pergantian bulan Zulqaidah menuju Dzulhijjah terjadi pada Ahad dini hari, 17 Mei 2026 sekitar pukul 04.03 Wita.

Hasil pengamatan itu kemudian dimusyawarahkan bersama sebelum diputuskan secara kolektif.

Dari hasil tersebut, Jamaah An-Nadzir menetapkan 1 Dzulhijjah jatuh pada 17 Mei 2026 sehingga Hari Raya Idul Adha diperingati pada 26 Mei 2026.

Komunitas An-Nadzir dikenal memiliki metode tersendiri dalam menentukan awal bulan Hijriah. Selain melakukan pemantauan astronomi, mereka juga berpedoman pada dalil keagamaan dan ajaran yang diwariskan imam mereka, KH Syamsuri Abdul Madjid.

Perbedaan waktu pelaksanaan Ramadan, Idul Fitri, maupun Idul Adha oleh Jamaah An-Nadzir sudah beberapa kali terjadi dan menjadi perhatian publik, khususnya di Sulawesi Selatan.

Meski demikian, perbedaan tersebut selama ini berlangsung damai dan tetap mendapat penghormatan dari masyarakat sekitar.

Penulis : Ris

Komentar