Bus Sekolah Mulai Mengaspal di Kolaka Utara, Langkah Kecil untuk Mengurai Persoalan Akses Pendidikan

Edukasi843 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pagi itu, sebuah bus berwarna cerah melintas di ruas jalan menuju pusat Kota Lasusua. Di dalamnya, sejumlah pelajar duduk rapi sambil sesekali melambaikan tangan.

Namun, perhatian warga justru tertuju kepada sosok yang berada di balik kemudi. Ia bukan sopir tetap, melainkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara, Alauddin Syah.

Keputusan Alauddin mengemudikan sendiri bus sekolah pada hari pertama operasional, Kamis (9/7/2026), bukan sekadar seremoni peluncuran. Ia ingin memastikan armada yang akan setiap hari mengangkut anak-anak sekolah benar-benar aman sebelum diserahkan kepada pengemudi tetap.

“Ini bukan hanya soal kendaraan, tetapi soal keselamatan anak-anak yang menjadi tanggung jawab kami,” kata Alauddin.

Pengoperasian bus sekolah menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memperbaiki layanan pendidikan dari sisi yang selama ini kerap luput dari perhatian, yakni akses transportasi.

Bagi sebagian keluarga, terutama yang berada cukup jauh dari sekolah, perjalanan setiap pagi masih menjadi tantangan tersendiri.

Melalui layanan ini, pemerintah berharap siswa dapat berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman tanpa harus bergantung pada kendaraan roda dua atau angkutan yang belum tentu tersedia setiap hari.

Untuk tahap awal, Disdikbud mengoperasikan satu unit bus dengan rute di kawasan perkotaan Lasusua. Desa Ponggiha menjadi titik awal pelayanan, sementara cakupan wilayah akan diperluas secara bertahap mengikuti hasil evaluasi di lapangan.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kolaka Utara, Tajuddin, mengatakan layanan tidak menerapkan sistem penjemputan dari rumah ke rumah. Sebagai gantinya, siswa akan berkumpul di beberapa titik yang telah ditentukan agar perjalanan lebih efektif dan sesuai dengan kondisi jaringan jalan.

“Lokasi penjemputan akan disampaikan kepada orang tua melalui sekolah. Skema ini dipilih karena tidak semua permukiman dapat dijangkau bus,” ujarnya.

Disdikbud juga membuka kemungkinan armada tersebut dimanfaatkan oleh pelajar dari sekolah lain selama rute perjalanan searah dan kapasitas kendaraan masih mencukupi.

Menurut Alauddin, prinsip utama layanan ini adalah memastikan semakin banyak anak memperoleh akses transportasi yang aman menuju sekolah.

Lebih dari sekadar menyediakan kendaraan, kehadiran bus sekolah diharapkan mampu menekan angka keterlambatan siswa, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar yang belum cukup umur, sekaligus menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas di jam berangkat dan pulang sekolah.

Ke depan, pemerintah daerah akan mengevaluasi efektivitas layanan, termasuk kebutuhan penambahan armada dan perluasan rute.

Jika program berjalan sesuai harapan, bus sekolah bukan hanya menjadi fasilitas transportasi, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau oleh seluruh anak di Kolaka Utara.

Penulis: Ris

Komentar