Jelang Idul Adha 2026, Kementan Gencarkan Edukasi Kurban Sehat dan Sesuai Syariat

Edukasi35 Dilihat

JAKARTA, REPUBLIX.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat edukasi pelaksanaan kurban yang sehat, aman, higienis, dan sesuai syariat Islam.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus menjamin penerapan kesejahteraan hewan selama proses penyembelihan kurban.

Penguatan edukasi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas peternakan daerah, pengurus masjid, akademisi, hingga pakar veteriner.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman bagi panitia kurban, terutama terkait standar kesehatan hewan dan tata cara penyembelihan yang sesuai syariat.

“Peningkatan pemahaman bagi panitia kurban sangat diperlukan, mulai dari penentuan hewan kurban yang sesuai syariat dan sehat, tata cara penanganan hewan, kebersihan lokasi serta peralatan pemotongan, hingga pelaksanaan pemeriksaan ante mortem dan post mortem,” ujarnya dikutip dari laman facebook Ditjen PKH Kementan RI, Selasa (12/5/2026).

Ketut mengatakan, Kementan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Pengajar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University sekaligus Pelatih Juru Sembelih Halal dan Animal Welfare, Supratikno menjelaskan, penyembelihan hewan kurban harus dilakukan juru sembelih halal yang kompeten dan memahami prinsip kesejahteraan hewan.

Menurutnya, hewan kurban sebaiknya dipuasakan maksimal 12 jam sebelum disembelih, namun tetap diberikan air minum.

“Hewan boleh lapar, tetapi tidak boleh kelaparan. Jika penampungan melebihi 12 jam, hewan harus kembali diberi pakan. Puasa dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan, meminimalkan kontaminasi saat penyembelihan, serta menjaga kualitas daging,” jelasnya.

Sementara itu, Dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi SKHB IPB University, Denny Widaya Lukman menyoroti pentingnya penanganan daging kurban secara higienis agar kualitas tetap terjaga hingga diterima masyarakat.

Lukman menekankan area pencacahan daging harus bersih dan dipisahkan dari lokasi penanganan jeroan.

“Jeroan juga perlu dipisahkan antara jeroan merah seperti paru, jantung, hati, dan limpa, dengan jeroan hijau seperti perut dan usus,” katanya.

Melalui penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan kurban tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, sehat, aman, dan sesuai syariat.

Pengawasan terhadap hewan kurban di berbagai daerah juga terus diperkuat guna mendukung penyelenggaraan Idul Adha 1447 Hijriah yang berkualitas dan memberi rasa aman bagi masyarakat.

Penulis : Ris

Komentar