Tak Siap Jadi Beban, Pelajar Dituntut Jawab Bonus Demografi

Edukasi53 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Upaya menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan kembali ditegaskan melalui seminar pendidikan yang digelar Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Tenggara di Aula Hotel Kifaat, Lasusua, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Musyawarah Wilayah (Musywil) XVI IPM ini menghadirkan Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H sebagai pembicara utama.

Namun, alih-alih menjadi seremoni formal, forum ini lebih menekankan pada substansi bagaimana pelajar membaca peluang sekaligus risiko dari bonus demografi.

Dalam paparannya, Nur Rahman menyoroti jikalau bonus demografi bukan jaminan kemajuan jika tidak diimbangi kualitas sumber daya manusia. Bupati menilai, pelajar perlu bergerak lebih aktif dan tidak hanya bertumpu pada capaian akademik.

“Bonus demografi adalah momentum, tapi juga bisa menjadi beban jika tidak dikelola. Kuncinya ada pada kualitas pelajar hari ini,” ujarnya.

Nur Rahman juga menekankan pentingnya kepemimpinan sejak dini. Menurutnya, kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan, melainkan kemampuan mengambil peran, memberi solusi, dan berkontribusi di lingkungan sekitar.

Dalam konteks itu, organisasi pelajar seperti IPM dinilai strategis sebagai ruang latihan kepemimpinan. Di dalamnya, pelajar tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga mengasah kepekaan sosial dan kemampuan problem solving.

Seminar ini diikuti ratusan peserta dan berlangsung interaktif. Sejumlah isu yang mengemuka antara lain kesiapan mental generasi muda, daya saing di tengah perubahan global, hingga peran pendidikan dalam membentuk karakter.

Ketua PW IPM Sulawesi Tenggara menyebut kehadiran kepala daerah dalam forum pelajar memberi dorongan psikologis bagi kader untuk lebih percaya diri mengambil peran di ruang publik.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu mendorong lahirnya pelajar yang adaptif, kritis, dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Penulis : Ris

Komentar