MIS As’adiyah Lapai Luluskan 36 Santri, Miliki 302 Siswa hingga Kelas Jauh di Pegunungan Kolaka Utara

Edukasi171 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) As’adiyah Lapai terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkembang di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Pada tahun ajaran 2025/2026, madrasah yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok As’adiyah Lapai ini meluluskan 36 santri.

Jika digabungkan dengan peserta didik Taman Kanak-Kanak (TK) yang berada dalam yayasan yang sama, jumlah peserta yang mengikuti acara penamatan dan ramah tamah mencapai 67 orang.

Kepala MIS As’adiyah Lapai, Hasanuddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan sekolah yang berlokasi di Kelurahan Lapai, Kecamatan Ngapa, tersebut saat ini memiliki enam rombongan belajar (rombel) yang didukung tiga kelas jauh di wilayah pegunungan.

“Kami memiliki tiga kelas jauh yang berada di Desa Koreiha, Desa Nimbuneha, dan Maraboko, Desa Watumotaha. Untuk kelas jauh di Koreiha saat ini berjumlah 15 santri karena siswa kelas VI telah bergabung di sekolah induk. Sementara di Nimbuneha terdapat 23 siswa dan di Maraboko sebanyak 25 siswa,” ujar Hasanuddin usai acara pisah tamat dan ramah tamah TK dan MIS As’adiyah Lapai, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, jumlah peserta didik MIS As’adiyah Lapai secara keseluruhan saat ini mencapai 302 orang dengan dukungan 25 tenaga pendidik dan kependidikan.

“Jumlah siswa kami saat ini sebanyak 302 orang dengan didukung 25 tenaga pendidik dan kependidikan,” katanya.

Hasanuddin mengungkapkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di MIS As’adiyah Lapai terus meningkat. Hal itu terlihat dari penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 yang hingga kini telah mencatat 27 pendaftar.

“Alhamdulillah, pendaftar baru sudah mencapai 27 orang atau sudah memenuhi satu ruang kelas. Insya Allah proses pendaftaran masih terus berjalan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendaftar biasanya terus bertambah hingga mampu memenuhi dua ruang kelas,” ungkapnya.

Meski demikian, keterbatasan ruang belajar masih menjadi tantangan yang dihadapi pihak sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menerapkan pengaturan penggunaan ruang belajar secara bergantian agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal.

Selain fokus pada pendidikan akademik, MIS As’adiyah Lapai juga terus mengembangkan berbagai program unggulan guna membentuk karakter dan keterampilan peserta didik.

Salah satu program yang diterapkan tahun ini adalah apel pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembiasaan disiplin, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Kegiatan apel pagi menjadi bagian dari pembiasaan karakter sekaligus sarana memberikan arahan dan penguatan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik,” jelas Hasanuddin.

Di bidang olahraga, para siswa mendapatkan pembinaan rutin baik di lingkungan sekolah maupun di lapangan dengan pendampingan guru olahraga. Sementara pada bidang kesenian, sekolah mengembangkan berbagai kegiatan seperti pembacaan Shalawat Badar, permainan qasidah, pemanfaatan alat musik tradisional, hingga berbagai keterampilan kerajinan tangan.

Pada kesempatan tersebut, Hasanuddin juga berpesan kepada para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di MIS As’adiyah Lapai agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Jangan pernah merasa cukup sampai di sini. Teruslah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pertahankan ilmu dan pendidikan yang telah diperoleh di MIS As’adiyah Lapai, terutama akhlak, sopan santun kepada orang tua, serta kebiasaan menjalankan ibadah, khususnya salat. Itulah nilai utama yang selalu kami tanamkan kepada peserta didik,” pungkasnya.

Penulis : Astar

Komentar