Cape Verde Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Negara Berpenduduk 525 Ribu Jiwa Lolos ke Babak 32 Besar

Olahraga21 Dilihat

JAKARTA, REPUBLIX.ID – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan kisah yang menginspirasi. Tim nasional Cape Verde atau Cabo Verde sukses mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar pada penampilan perdana mereka di putaran final Piala Dunia.

Pencapaian tersebut terasa semakin istimewa mengingat Cape Verde merupakan negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika dengan jumlah penduduk sekitar 525 ribu jiwa. Angka tersebut bahkan jauh lebih sedikit dibandingkan populasi Kota Depok maupun Kota Bekasi di Indonesia.

Cape Verde memastikan tiket ke fase gugur usai bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H. Hasil itu membuat mereka finis di posisi kedua klasemen dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan.

Meski tidak meraih satu pun kemenangan, Cape Verde juga tidak pernah menelan kekalahan. Mereka mengawali turnamen dengan menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol, 0-0, kemudian bermain imbang 2-2 melawan Uruguay, sebelum kembali berbagi angka 0-0 menghadapi Arab Saudi.

Konsistensi tersebut menjadi modal berharga bagi tim berjuluk Blue Sharks untuk melangkah ke fase gugur pada debut mereka di ajang sepak bola terbesar dunia.

Pelatih Bubista mengaku bangga atas pencapaian anak asuhnya yang berhasil membuktikan bahwa negara kecil juga mampu bersaing di level tertinggi.

“Kami bangga bisa mencapai tahap ini. Kami memang negara kecil, tetapi kami terus berjuang untuk meraih apa yang kami inginkan,” ujarnya.

Keberhasilan Cape Verde juga mencatatkan rekor baru sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia putra. Mereka melampaui sejumlah negara kecil yang sebelumnya pernah tampil di turnamen ini, namun gagal melewati babak grup.

Salah satu sosok penting di balik keberhasilan tersebut adalah kiper veteran Vozinha. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil gemilang sepanjang fase grup dengan melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk saat menghadapi Arab Saudi.

Menurut Vozinha, Cape Verde datang ke Piala Dunia bukan sekadar menjadi pelengkap.

“Ada banyak kualitas di tim nasional kami. Kami datang untuk menunjukkan bahwa kami siap bersaing dan mampu bermain melawan siapa pun,” katanya.

Perjalanan Cape Verde belum berakhir. Di babak 32 besar, mereka akan menghadapi juara dunia bertahan, Argentina. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi ujian terbesar sekaligus kesempatan bagi Cape Verde untuk kembali menciptakan kejutan dan melanjutkan kisah dongeng mereka di Piala Dunia 2026.

Dengan semangat juang yang tinggi dan status sebagai salah satu kuda hitam turnamen, Cape Verde kini menjadi simbol bahwa dalam sepak bola, ukuran negara maupun jumlah penduduk bukanlah penentu utama untuk meraih prestasi di panggung dunia.

Penulis : Ris

Komentar