Sensus Ekonomi 2026 Resmi Bergulir di Kolaka Utara, Pelaku UMKM hingga Konten Kreator Jadi Sasaran Pendataan

Regional83 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Kegiatan pendataan berskala nasional ini akan menjangkau seluruh rumah tangga dan pelaku usaha, termasuk sektor ekonomi digital yang terus berkembang.

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan melalui apel gabungan di Lapangan Aspirasi Kolaka Utara, Senin (22/6/2026). Sejumlah unsur Forkopimda, ASN, pelaku usaha, hingga perwakilan masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sebagai tanda dimulainya sensus, dilakukan pemasangan rompi kepada petugas lapangan dan pelepasan balon secara simbolis oleh pemerintah daerah bersama BPS Kolaka Utara.

Asisten III Sekertariat Daerah Kolaka Utara, Nur Jaya, menegaskan sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap satu dekade untuk memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi perekonomian masyarakat.

Menurutnya, data yang dikumpulkan selama sensus akan menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Pendataan akan berlangsung hingga Agustus 2026 dan mencakup seluruh masyarakat serta pelaku usaha tanpa terkecuali. Hasilnya akan menjadi gambaran nyata kondisi ekonomi daerah saat ini,” terangnya.

Nur Jaya menjelaskan, sensus ini penting untuk mengetahui perkembangan berbagai sektor usaha, mengukur kontribusi masing-masing sektor terhadap perekonomian daerah, sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan usaha yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain itu, pemerintah berharap hasil sensus mampu menjadi acuan dalam pengembangan UMKM, peningkatan investasi, serta percepatan transformasi ekonomi berbasis digital.

Ia juga meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar saat proses pendataan berlangsung.

Sementara itu, Kepala BPS Kolaka Utara, Dini Amirul, mengatakan sebanyak 145 petugas telah diterjunkan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Kolaka Utara.

Petugas tersebut akan bekerja secara langsung mendatangi rumah warga maupun lokasi usaha guna menghimpun berbagai informasi terkait aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pendataan dilakukan dengan metode sensus penuh, sehingga seluruh rumah tangga menjadi sasaran. Ini bukan survei sampel, tetapi pendataan menyeluruh,” ujarnya.

Dini Amirulla menjelaskan, informasi yang dikumpulkan meliputi pekerjaan utama masyarakat, kondisi sosial ekonomi, kepemilikan aset, hingga aktivitas usaha yang dijalankan.

Menariknya, Sensus Ekonomi 2026 juga akan mencatat berbagai profesi baru yang muncul seiring perkembangan teknologi digital. Pelaku usaha daring, penjual online, hingga konten kreator menjadi bagian dari kelompok yang akan didata.

Menurut Dini, pendataan tersebut penting untuk melihat sejauh mana ekonomi digital berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang keliru terkait sensus ekonomi.

“Sensus ini tidak berkaitan dengan bantuan sosial, tidak ada pungutan biaya, dan seluruh informasi yang diberikan masyarakat akan digunakan untuk kepentingan statistik,” tegasnya.

Meski beberapa wilayah di Kolaka Utara memiliki medan yang cukup menantang, BPS optimistis seluruh proses pendataan dapat berjalan sesuai target hingga akhir Agustus mendatang.

Data yang dihasilkan nantinya diharapkan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan ekonomi yang lebih akurat di Kabupaten Kolaka Utara.

Penulis : AHR

Komentar