“Memasuki hari ketiga operasi, tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang milik korban serta beberapa bagian pesawat di area pencarian”
MAKASSAR, REPUBLIX.ID – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh di wilayah Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, masih terus berlanjut.
Memasuki hari ketiga operasi, tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang milik korban serta beberapa bagian pesawat di area pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian.
“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, antara lain dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik. Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian pesawat seperti pelampung dan fire signal di sekitar bagian kepala pesawat,” ujar Arif, dilansir dari Basarnas Makassar.
Menurutnya, seluruh barang dan bagian pesawat yang ditemukan telah diamankan, didata, serta ditandai titik koordinatnya sesuai dengan prosedur operasi standar. Temuan ini menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian sekaligus menentukan langkah lanjutan proses evakuasi.
“Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, seperti rappelling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, serta koordinasi yang kuat antar unsur SAR,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh personel SAR gabungan yang bertugas di lapangan meski dihadapkan pada kondisi alam yang ekstrem.
“Penemuan barang-barang milik korban dan bagian dari pesawat menunjukkan bahwa tim SAR gabungan sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial. Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur SAR,” tegas Mohammad Syafii.
Ia menambahkan, faktor cuaca dan kondisi geografis masih menjadi tantangan utama dalam operasi SAR. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat kerap menghambat pergerakan tim, baik melalui jalur darat maupun udara.
“Meski menghadapi tantangan besar, tim SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan personel. Operasi ini akan terus dilanjutkan secara profesional dan terukur hingga seluruh proses pencarian dan evakuasi dapat diselesaikan,” jelasnya.
Basarnas Makassar menegaskan bahwa setiap perkembangan operasi SAR akan disampaikan secara resmi kepada publik. Masyarakat juga diimbau untuk tidak berspekulasi serta mempercayakan sepenuhnya proses pencarian dan evakuasi kepada tim SAR gabungan.
Penulis : Ris
Editor : Andi M








Komentar