Bentrokan Polisi – TNI di Mappi Papua Selatan, Dua Personel Terluka

Regional18 Dilihat

“Kericuhan berlangsung di sekitar Marseling Area 2 Yonif TP 819/PIBP, Keppi. Kapolres Mappi Kompol Suparmin membenarkan adanya insiden yang melibatkan personel dari Polres Mappi dan prajurit TNI yang bertugas di wilayah tersebut”

MAPPI, REPUBLIX.ID – Insiden bentrokan antara anggota Polri dan prajurit TNI terjadi di wilayah Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026) malam hingga Kamis (12/2/2026) pagi. Dua anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka akibat peristiwa tersebut.

Kericuhan berlangsung di sekitar Marseling Area 2 Yonif TP 819/PIBP, Keppi. Kapolres Mappi Kompol Suparmin membenarkan adanya insiden yang melibatkan personel dari Polres Mappi dan prajurit TNI yang bertugas di wilayah tersebut.

“Benar, ada dua anggota yang terluka. Saat ini situasi sudah terkendali dan kedua institusi sepakat menahan diri,” ujar Suparmin, Kamis malam, seperti dikutip dari tirto.id, Jum’at (13/2/2026).

Menurut keterangan kepolisian, persoalan bermula ketika seorang anggota Polri melintas di depan Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) Keppi menggunakan sepeda motor dengan suara knalpot keras. Hal itu diduga memicu ketersinggungan di pihak penjagaan.

Anggota tersebut kemudian diamankan di pos batalyon untuk dimintai keterangan. Namun, situasi memanas keesokan paginya saat sejumlah anggota Polres Mappi mendatangi lokasi untuk menjemput rekannya. Aksi pelemparan ke arah pos jaga disebut memicu bentrokan terbuka.

Dilansir dari tirto.id, Versi TNI menyebut insiden itu tidak terjadi secara tiba-tiba. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih (sebelumnya disebut XXIV/Mandala Trikora dalam rilis awal), Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, menjelaskan bahwa sejak 6 Februari 2026 terdapat aksi pengendara motor yang berulang kali menggeber kendaraan dan melontarkan ucapan tidak pantas di sekitar area penjagaan.

Pada dini hari 12 Februari, personel siaga menghentikan dan mengamankan satu orang yang kemudian diketahui merupakan anggota Polairud Polres Mappi dan diduga dalam pengaruh minuman beralkohol.

Pagi harinya, pimpinan Yonif TP 819/PIBP dan jajaran Polres Mappi telah menggelar pertemuan dan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun sekitar pukul 09.15 WIT, sekelompok massa mendatangi area satuan dan melakukan pelemparan batu.

Personel TNI melakukan pengamanan, sementara koordinasi cepat antara pimpinan kedua institusi dilakukan untuk mencegah eskalasi lebih jauh. Situasi akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman.

Kedua belah pihak menegaskan bahwa peristiwa ini bukan konflik institusional, melainkan insiden yang melibatkan oknum dan telah ditangani melalui jalur komunikasi internal.

Pangdam menegaskan TNI bersama unsur Forkopimda berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap peredaran minuman keras ilegal yang dinilai kerap menjadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Salah satu faktor yang sering memicu gangguan kamtibmas adalah miras ilegal. Ini menjadi perhatian bersama,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan pihak Kodam.

Saat ini, aktivitas masyarakat di Kabupaten Mappi dilaporkan telah kembali normal. Proses penyelidikan internal masih berlangsung untuk memastikan kronologi lengkap serta menentukan langkah disiplin terhadap pihak yang terbukti melanggar aturan.

Penulis : Ris

Komentar