Pimpin Aksi di Sawah, Wabup Kolaka Utara Gerakkan Pemberantasan Hama Tikus di Ranteangin

Berita Tani195 Dilihat

“Tikus merupakan hama utama tanaman padi yang sangat merusak dan cepat berkembang biak”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E, turun langsung memimpin aksi pemberantasan hama tikus di areal persawahan Kelurahan Ranteangin, Kecamatan Ranteangin. Upaya ini dilakukan untuk meredam ancaman hama yang berpotensi menggerus hasil panen padi petani.

Di lokasi, Jumarding bersama petani menerapkan metode pengasapan dengan menggunakan petasan atau bom tikus beracun yang dimasukkan ke dalam liang sarang. Asap yang dihasilkan merambat ke lorong-lorong bawah tanah dan mematikan tikus di dalamnya. Selain itu, tablet racun sistemik turut digunakan guna menekan populasi hama secara lebih komprehensif.

“Tikus merupakan hama utama tanaman padi yang sangat merusak dan cepat berkembang biak. Serangannya bisa muncul sejak awal tanam hingga menjelang panen. Dalam waktu singkat, satu hamparan sawah bisa terdampak serius,” ujar Jumarding. Kamis (12/2/2026).

Wabup menekankan, pengendalian tidak akan membuahkan hasil maksimal jika dilakukan secara terpisah. Karena itu, gerakan dilakukan serentak di seluruh areal persawahan.

“Kalau hanya satu sawah yang dibersihkan sementara lainnya tidak, tikus akan kembali berkembang. Hama ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Harus bersama dan menyeluruh,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jumarding juga menyoroti dua agenda strategis Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara untuk memperkuat sektor pertanian. Pertama, pembenahan dan revitalisasi kelompok tani agar lebih transparan serta akuntabel, khususnya dalam penyaluran bantuan.

“Bantuan harus tepat sasaran, sampai kepada yang benar-benar bekerja di sawah. Tidak boleh ada lagi petani yang merasa terpinggirkan,” katanya.

Kedua, pengendalian hama tikus secara terpadu dan berkelanjutan. Ia menyebut lurah dan penyuluh memiliki peran penting sebagai penghubung pemerintah dengan petani di lapangan.

“Kalau baju petani basah oleh keringat, saya juga harus siap turun langsung. Pemerintah tidak boleh berjarak dengan petani,” ucapnya.

Pemerintah daerah menargetkan gerakan ini dapat menekan populasi tikus secara signifikan, menjaga stabilitas produksi padi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kolaka Utara.

Penulis : Ris

Komentar