Wabup Kolaka Utara Jemput Bola ke Kemenperin, Dorong Sentra Hilirisasi Kelapa Segera Terwujud

Berita Foto71 Dilihat

“Potensi kelapa dalam di Kolaka Utara cukup besar dan tersebar di sejumlah kecamatan. Namun selama ini, komoditas tersebut lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah yang terbatas”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) mengakselerasi inisiasi pembangunan sentra hilirisasi kelapa dalam sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Dalam rangka memastikan kesiapan teknis dan kelayakan program, Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E melaksanakan audiensi dengan Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Pertemuan tersebut membahas aspek perencanaan, dukungan kebijakan, serta peluang fasilitasi dari pemerintah pusat terhadap pengembangan industri hilir berbasis kelapa dalam di Kolaka Utara.

Langkah ini dinilai sebagai upaya jemput bola pemerintah daerah agar rencana hilirisasi tidak berhenti pada wacana. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab memaparkan kesiapan daerah, mulai dari ketersediaan bahan baku kelapa, dukungan infrastruktur, kesiapan lahan, hingga peluang pasar dan regulasi pendukung.

Jumarding menegaskan, potensi kelapa dalam di Kolaka Utara cukup besar dan tersebar di sejumlah kecamatan. Namun selama ini, komoditas tersebut lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah yang terbatas.

“Kalau kita dorong hilirisasi, nilai ekonominya akan jauh lebih tinggi. Dampaknya bukan hanya pada pendapatan daerah, tapi juga terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan sentra hilirisasi kelapa dalam harus melalui kajian matang agar tepat sasaran dan berkelanjutan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci, terutama dalam pemenuhan persyaratan teknis dan standar kelayakan kawasan industri.

Pemkab Kolaka Utara juga menyatakan siap memberikan dukungan kebijakan, termasuk kemudahan perizinan bagi investor dan pelaku usaha yang ingin terlibat dalam pengembangan industri turunan kelapa.

Audiensi ini sekaligus menjadi langkah awal untuk mendapatkan pendampingan teknis dari pemerintah pusat. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Sentra Hilirisasi Kelapa di Kolaka Utara diharapkan segera masuk fase lanjutan dan menjadi motor baru penggerak ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.

Dengan hilirisasi, kelapa tak lagi sekadar hasil kebun, tetapi berpotensi menjadi produk industri bernilai tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat struktur ekonomi lokal.

Penulis : Ris

Komentar