Ribuan Pemudik Lintasi Jalur Tobaku-Siwa pada Arus Mudik Lebaran 2026

Regional112 Dilihat

“Peningkatan arus mudik mulai teridentifikasi sejak H-7 atau 14 Maret 2026, dengan jumlah penumpang sebanyak 613 orang dan 237 unit kendaraan. Tren peningkatan tersebut berlanjut hingga mencapai puncaknya pada H-4 dan H-3, yakni Selasa-Rabu (17-18 Maret 2026), dengan total 1.429 penumpang dan 644 unit kendaraan roda dua maupun roda empat”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Pelabuhan Tobaku-Siwa, Kabupaten Kolaka Utara, memperlihatkan eskalasi mobilitas masyarakat yang cukup signifikan dalam periode H-8 hingga H-3 Idulfitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan data Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Tobaku, total sebanyak 3.693 pemudik tercatat menyeberang melalui lintasan tersebut. Komposisi penumpang didominasi kelompok usia dewasa, yang mencerminkan tingginya pergerakan penduduk usia produktif dalam momentum mudik tahunan.

Selain itu, volume kendaraan yang melintas juga menunjukkan angka yang substansial, yakni mencapai 1.576 unit yang terdiri dari sepeda motor dan kendaraan pribadi. Fenomena ini mengindikasikan preferensi masyarakat terhadap penggunaan moda transportasi mandiri dalam menunjang mobilitas antardaerah.

Secara temporal, peningkatan arus mudik mulai teridentifikasi sejak H-7 atau 14 Maret 2026, dengan jumlah penumpang sebanyak 613 orang dan 237 unit kendaraan. Tren peningkatan tersebut berlanjut hingga mencapai puncaknya pada H-4 dan H-3, yakni Selasa-Rabu (17-18 Maret 2026), dengan total 1.429 penumpang dan 644 unit kendaraan roda dua maupun roda empat.

Lonjakan signifikan pada periode tersebut mendorong pihak Satpel Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Tobaku untuk menerapkan kebijakan penambahan perjalanan (extra trip) pada armada KMP Merak dan KMP New Rose guna mengurai kepadatan kendaraan di area pelabuhan.

Memasuki H-2 Idulfitri, Kamis (19/3/2026), arus penyeberangan mulai menunjukkan tren normalisasi. Kepadatan kendaraan yang sebelumnya terakumulasi di pelabuhan berangsur terurai, ditandai dengan berkurangnya antrean dan meningkatnya kelancaran proses embarkasi.

Aktivitas penyeberangan menuju Siwa, Sulawesi Selatan, pun terpantau berjalan kondusif. Tidak terlihat lagi akumulasi signifikan kendaraan roda dua maupun kendaraan keluarga, sementara area parkir pelabuhan hanya diisi oleh sejumlah kendaraan yang menunggu jadwal keberangkatan.

Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara, Maulana menegaskan, data yang dihimpun berasal dari operator pelayaran yang beroperasi di lintasan tersebut.

“Data yang kami miliki bersumber dari pihak perusahaan pelayaran. Kalau kami sebenarnya hanya terkait keselamatan dan keamanan pelayarannya saja,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan extra trip yang diberlakukan selama dua hari terbukti efektif dalam mereduksi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Tobaku.

Adapun rincian pergerakan penumpang dan kendaraan selama periode H-8 hingga H-3  sebagai berikut: pada Jumat (13/3/2026) tercatat 265 penumpang dan 155 kendaraan; Sabtu (14/3/2026) sebanyak 613 penumpang dan 237 kendaraan; Minggu (15/3/2026) 712 penumpang dan 285 kendaraan.

Senin (16/3/2026) 674 penumpang dan 255 kendaraan; Selasa (17/3/2026) 701 penumpang dan 340 kendaraan, disertai extra trip KMP Merak pukul 01.00 Wita; serta Rabu (18/3/2026) sebanyak 728 penumpang dan 304 kendaraan, dengan extra trip KMP New Rose pukul 21.00 Wita dari Pelabuhan Tobaku menuju Siwa.

Penulis: Ris

Komentar