Infrastruktur Minim, Petani di Sibulue Bone Bertaruh Nyawa Demi Angkut Hasil Panen

Regional57 Dilihat

“Berdasarkan video viral yang beredar di media sosial Facebook, Senin (30/3/2026) memperlihatkan para petani harus menyeberangi sungai dengan arus cukup deras sambil memikul karung padi”

BONE, REPUBLIX.ID – Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan masih menjadi kenyataan pahit bagi warga Desa Tadangpalie, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Hingga kini, para petani setempat terpaksa mempertaruhkan keselamatan saat mengangkut hasil panen karena belum tersedianya jembatan permanen.

Berdasarkan video viral yang beredar di media sosial Facebook, Senin (30/3/2026) memperlihatkan para petani harus menyeberangi sungai dengan arus cukup deras sambil memikul karung padi. Aktivitas tersebut dilakukan secara manual, tanpa perlindungan maupun fasilitas pendukung yang memadai.

“Kalau air naik, kami tidak bisa menyeberang. Terpaksa menunggu atau ambil risiko. Padahal padi harus segera dibawa keluar,” ujar Sakkir, salah seorang petani dilansir dari enewsindoindonesi.com, Rabu (1/4/2026).

Keterbatasan akses ini tidak hanya memperlambat distribusi hasil pertanian, tetapi juga berdampak pada kualitas panen. Keterlambatan pengangkutan membuat hasil tani berisiko menurun nilainya, bahkan berpotensi merugikan petani secara ekonomi.

Selain itu, ancaman keselamatan terus membayangi. Warga setiap hari harus berhadapan dengan risiko terpeleset, terseret arus, hingga kehilangan hasil panen di tengah sungai.

Masyarakat menilai, pembangunan jembatan di wilayah tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mengingat akses infrastruktur dasar merupakan hak yang seharusnya diterima secara merata.

“Sudah bertahun-tahun kami menunggu perhatian. Jangan sampai kami terus dibiarkan seperti ini,” keluh warga lainnya.

Minimnya perhatian terhadap kondisi tersebut memicu kritik terhadap pemerintah Kabupaten Bone. Di tengah pembangunan yang terus digencarkan di sejumlah wilayah, Desa Tadangpalie justru dinilai masih tertinggal dalam hal akses vital.

Pengamat menilai, ketimpangan pembangunan berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi antarwilayah. Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mencerminkan lemahnya komitmen dalam pemerataan pembangunan.

Warga berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi turun langsung melihat kondisi riil di lapangan. Mereka mendesak agar pembangunan jembatan segera direalisasikan demi keselamatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Ris

Komentar