Manbunnak Kolaka Utara Gandeng PT Mars, Genjot Produktivitas Kakao Lewat Inovasi Multi Klon

Berita Tani106 Dilihat

“Kegiatan yang dipusatkan di kebun milik petani di Desa Pakue, Selasa (7/4/2026) ini difokuskan pada penyambungan klon unggul jenis BB01 sebagai langkah konkret dalam mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kakao”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX – Transformasi sektor perkebunan kakao di Kabupaten Kolaka Utara terus dipacu melalui kolaborasi strategis lintas sektor.

Mantri Perkebunan dan Peternakan (Manbunnak) Kolaka Utara bersama PT Mars mengembangkan inovasi sambung samping (side grafting) berbasis multi klon di Kecamatan Pakue Utara sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman kakao.

Kegiatan yang dipusatkan di kebun milik petani di Desa Pakue, Selasa (7/4/2026) ini difokuskan pada penyambungan klon unggul jenis BB01 sebagai langkah konkret dalam mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kakao. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi perbanyakan varietas unggul secara berkelanjutan di tingkat petani.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kolaka Utara, H. Kamal Mustafa, S.Pi., M.M., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan sektor swasta dalam mendorong kemajuan komoditas kakao daerah.

“Terima kasih atas pendampingan yang telah dilakukan dalam menjalankan tugas dan fungsi di lapangan. Harapannya, kolaborasi ini terus terjalin untuk mendorong perbanyakan multi klon di kebun-kebun petani,” ujarnya.

Menurut Kamal, pendekatan multi klon melalui teknik sambung samping terbukti efektif dalam meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit, sekaligus menjaga stabilitas produksi dalam jangka panjang.

Kegiatan ini dilaksanakan di kebun milik Ruslan, yang dijadikan sebagai lokasi percontohan penerapan teknologi sambung samping. PT Mars sebagai mitra turut memberikan dukungan teknis, mulai dari pemilihan klon unggul hingga proses penyambungan tanaman.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendorong inovasi di sektor perkebunan, khususnya kakao, melalui penerapan multi klon,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Manbunnak Kecamatan Pakue Utara, Sopyan, menjelaskan, kegiatan yang dilakukan bersama PT Mars merupakan bagian dari pengembangan klon unggul menggunakan metode sambung samping atau sistem tempel.

“Klon yang digunakan yakni BB01, sesuai permintaan pemilik kebun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa rutin dilakukan di wilayah kerjanya, tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas kakao, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi petani dalam mengadopsi teknologi budidaya modern.

“Kolaborasi dengan para pecinta kakao, khususnya PT Mars, sangat penting bagi Manbunnak dan PPL dalam meningkatkan hasil produksi kakao petani. Kegiatan seperti ini memang sering kami lakukan,” jelasnya.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, pemerintah daerah optimistis sektor kakao di Kolaka Utara mampu berkembang lebih kompetitif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penerapan inovasi berbasis teknologi di tingkat lapangan.

Penulis : Ris

Komentar