KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mulai menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kolaka Utara menargetkan penerimaan retribusi pemotongan unggas dan hewan kurban mencapai Rp10 juta sepanjang 2026.
Langkah itu mulai terlihat dari pembayaran retribusi yang dilakukan Panitia Kurban Masjid Agung Lasusua pada Rabu, 28 Mei 2026. Panitia menyerahkan retribusi pemotongan hewan kurban sebesar Rp300 ribu kepada petugas Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara.

Nilai tersebut berasal dari pembayaran enam ekor hewan kurban dengan tarif retribusi Rp50 ribu per ekor.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, H. Kamal Mustafa, S.Pi., M.M., mengatakan partisipasi masyarakat dalam membayar retribusi menjadi bagian penting dalam mendukung PAD daerah.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada panitia kurban dan kaum muslimin yang telah berpartisipasi melakukan pembayaran retribusi pemotongan hewan untuk PAD Kolaka Utara. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kurban dan memberikan keberkahan,” kata Kamal, Kamis (28/5/2026).
Menurut dia, penerimaan retribusi tidak hanya berdampak pada pemasukan daerah, tetapi juga menjadi bentuk kepatuhan masyarakat terhadap aturan pelayanan pemotongan hewan yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kamal menyebutkan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara tahun ini memasang target penerimaan retribusi pemotongan unggas dan hewan potong sebesar Rp10 juta.
“Target PAD retribusi pemotongan unggas tahun 2026 sebesar Rp10 juta. Kami berharap target ini bisa tercapai dengan dukungan masyarakat,” ujarnya.
Selain mengejar PAD, pemerintah daerah juga melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban untuk memastikan hewan yang dipotong memenuhi syarat kesehatan dan layak konsumsi.

Momentum Iduladha di Kolaka Utara tahun ini diperkirakan mendorong peningkatan aktivitas pemotongan hewan, baik sapi maupun kambing, di sejumlah masjid dan lokasi penyembelihan kurban masyarakat.
Penulis : Ris









Komentar