Disdag Kolaka Utara Siapkan Skema Operasi Pasar jika LPG 3 Kilogram Masih Langka Pekan Ini

Ekobis43 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kolaka Utara mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Dinas Perdagangan (Disdag) Kolaka Utara menyiapkan skema operasi pasar khusus LPG 3 kilogram apabila kondisi kelangkaan masih berlanjut hingga pekan ini.

Kepala Dinas Perdagangan Kolaka Utara, Abu Bakri, S.Sos mengatakan langkah tersebut disiapkan sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan serta menekan potensi kenaikan harga di tingkat masyarakat.

“Skema ini akan kami lakukan jika hingga minggu ini belum ada perubahan atau kelangkaan masih terjadi,” kata Abu Bakri melalui pesan WhatsApp, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, berdasarkan laporan dari agen penyalur, pasokan LPG subsidi yang masuk ke Kolaka Utara sejatinya masih berada dalam kondisi normal. Namun demikian, pemerintah daerah menilai perlu melakukan intervensi guna memastikan distribusi gas bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan dapat diakses masyarakat yang berhak.

Selain menyiapkan operasi pasar, Disdag Kolaka Utara juga akan berkoordinasi dengan pihak depot untuk mengupayakan tambahan kuota LPG subsidi.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang belum memiliki pangkalan resmi.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak depot untuk memperoleh tambahan kuota, karena saat ini ada dua kecamatan yakni Porehu dan Tolala yang sama sekali belum memiliki pangkalan LPG,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Bidang Analisis Perdagangan Dinas Perdagangan Kolaka Utara, Samriono, mengungkapkan saat ini terdapat empat agen LPG yang aktif menyalurkan gas subsidi di wilayah Kolaka Utara dengan dukungan delapan armada distribusi.

Ia menjelaskan, setiap armada mengangkut 560 tabung LPG subsidi dari depot. Dengan rata-rata delapan kali Loading Order (LO) per hari, jumlah LPG yang masuk ke Kolaka Utara mencapai sekitar 4.480 tabung per hari.

“Setiap armada memuat 560 tabung LPG dari depot. Kalau delapan armada aktif setiap hari dengan rata-rata delapan Loading Order, maka jumlah LPG yang masuk ke Kolaka Utara mencapai 4.480 tabung per hari,” jelasnya.

Meski demikian, distribusi LPG subsidi masih menghadapi tantangan. Hingga saat ini, Kecamatan Porehu dan Tolala belum memiliki pangkalan LPG resmi sehingga masyarakat di dua wilayah tersebut kerap membeli gas dengan harga yang lebih tinggi dibanding daerah lain.

“Kecamatan Porehu dan Tolala belum memiliki pangkalan LPG,” tambah Samriono.

Disdag Kolaka Utara juga mengimbau seluruh pihak, mulai dari agen, pangkalan hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengawasi distribusi LPG subsidi agar berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran.

Masyarakat pun diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pemerintah menyarankan setiap kepala keluarga membeli LPG sesuai kebutuhan dengan batas ideal satu tabung per rumah tangga agar pasokan tetap merata.

Penulis: Ris

Komentar