Bocah 12 Tahun Hilang di Kebun Konawe Selatan, Basarnas Kendari Kerahkan Tim SAR dan Drone Thermal

Peristiwa56 Dilihat

KONAWE SELATAN, REPUBLIX.ID – Seorang bocah berusia 12 tahun bernama Fiqih dilaporkan hilang saat berada di area perkebunan di Desa Ulusena Jaya, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Hingga Sabtu (13/6/2026), tim pencarian dan pertolongan (SAR) masih melakukan upaya pencarian terhadap korban yang belum diketahui keberadaannya.

Informasi hilangnya korban diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada pukul 10.01 Wita dari Kepala Desa Ulusena Jaya, Imam Akbar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Kendari langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari pemerintah desa terkait hilangnya seorang anak di kawasan perkebunan.

“Pada pukul 10.01 Wita kami menerima laporan dari Kepala Desa Ulusena Jaya terkait satu orang anak yang dilaporkan hilang di area kebun. Setelah menerima informasi tersebut, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk memberikan bantuan SAR,” kata Amiruddin dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Amiruddin, lokasi kejadian berada sekitar 60 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari. Sejumlah personel dan peralatan khusus SAR telah diterjunkan guna mempercepat proses pencarian korban.

“Kami mengerahkan personel rescue beserta sejumlah peralatan pendukung seperti drone thermal, motor trail, ambulans, peralatan medis, peralatan evakuasi, dan perangkat komunikasi untuk mendukung operasi pencarian di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu korban bersama kakaknya pergi menuju kebun. Dalam perjalanan, kakak korban singgah di sungai untuk buang air besar, sementara Fiqih menunggu di sekitar lokasi.

Namun setelah kembali, kakak korban tidak lagi menemukan adiknya. Upaya pencarian yang dilakukan keluarga dan warga setempat sejak hari pertama belum membuahkan hasil.

“Keluarga bersama masyarakat telah melakukan pencarian sejak korban dinyatakan hilang, namun hingga laporan diterima Basarnas, korban belum ditemukan,” jelas Amiruddin.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Basarnas Kendari, aparat desa, masyarakat setempat hingga keluarga korban.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah hingga hujan ringan dengan kecepatan angin sekitar 5,1 kilometer per jam dari arah tenggara.

“Kami berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Seluruh unsur yang terlibat akan terus berupaya maksimal melakukan pencarian,” pungkasnya.

Penulis : Ris

Komentar