BMKG Catat 16 Gempa Guncang Sulawesi Tenggara dalam Sepekan, Tak Ada yang Dirasakan Masyarakat

Peristiwa35 Dilihat

KENDARI, REPUBLIX.ID – Aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tenggara masih terus berlangsung. Sepanjang pekan ketiga Juli 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 16 kejadian gempa bumi terjadi di berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Berdasarkan informasi BMKG, periode pemantauan berlangsung pada 17 hingga 23 Juli 2026. Seluruh kejadian gempa tersebut tersebar di tujuh kabupaten, dengan Konawe Selatan menjadi wilayah yang paling banyak mengalami aktivitas seismik.

Dari total 16 kejadian, Konawe Selatan mencatat lima kali gempa, disusul Konawe Kepulauan sebanyak empat kejadian, serta Kolaka Timur dengan tiga kejadian. Sementara itu, masing-masing satu kejadian gempa terjadi di Konawe, Bombana, Kolaka, dan Konawe Utara.

Meski aktivitas gempa masih terpantau, BMKG menyatakan tidak ada laporan gempa yang dirasakan masyarakat selama periode tersebut. Hal ini menunjukkan sebagian besar gempa yang terjadi berkekuatan kecil atau berada pada kedalaman tertentu sehingga tidak menimbulkan guncangan signifikan di permukaan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta untuk terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG sebagai acuan dalam menghadapi potensi bencana.

Selain itu, masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memahami langkah-langkah mitigasi gempa bumi, termasuk mengenali jalur evakuasi dan prosedur penyelamatan diri apabila sewaktu-waktu terjadi gempa yang berpotensi menimbulkan dampak.

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu wilayah yang memiliki aktivitas tektonik cukup aktif karena dipengaruhi oleh sejumlah struktur sesar dan interaksi lempeng di kawasan timur Indonesia. Oleh karena itu, pemantauan aktivitas seismik terus dilakukan secara berkala oleh BMKG guna memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat.

Penulis: Ris

Komentar