Jejak Lansia 62 Tahun Hilang di Hutan Buton Tengah Belum Terungkap

Peristiwa18 Dilihat

BUTON TENGAH, REPUBLIX.ID – Tiga hari pencarian belum mampu mengungkap keberadaan La Mai, 62 tahun, warga Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, yang dilaporkan hilang di kawasan hutan sekitar Kampus Universitas Sembilanbelas November atau USN.

Tim SAR gabungan kembali menyisir kawasan hutan pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Namun hingga pukul 17.00 Wita, pencarian belum membuahkan hasil.

“Hingga pukul 17.00 Wita, pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan masih dengan hasil nihil,” kata Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Iwan Gunawan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara setelah memasuki hari ketiga. Tim akan kembali turun ke lapangan pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026, mulai pukul 07.00 Wita.

“Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pada pukul 07.00 Wita,” ujar Iwan.

La Mai dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah pada 25 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan keluarga, korban keluar rumah untuk mencari istrinya yang saat itu sedang menghadiri acara pingitan.

Korban kemudian terakhir terlihat warga di kawasan Padabalano, dekat hutan di sekitar Kampus USN, Kecamatan Mawasangka.

“Korban terakhir terlihat oleh warga di Padabalano sekitar hutan dekat Kampus USN,” kata Iwan.

Kondisi korban yang disebut telah mengalami kepikunan menambah kekhawatiran keluarga. Sebelum operasi SAR digelar, pencarian telah dilakukan oleh Babinsa, aparat desa, warga sekitar dan keluarga korban.

Namun, upaya tersebut belum berhasil menemukan La Mai.

“Berdasarkan keterangan keluarga, korban sudah pikun. Pencarian sebelumnya telah dilakukan oleh Babinsa, aparat desa, masyarakat sekitar dan keluarga korban, namun hingga informasi diterima hasilnya masih nihil,” ujar Iwan.

Dalam operasi pencarian, Tim SAR gabungan melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polsek Mawasangka, aparat desa, Babinsa, masyarakat sekitar serta keluarga korban.

Sejumlah peralatan turut dikerahkan, di antaranya rescue car, motor trail, peralatan SAR medis dan evakuasi, perangkat komunikasi serta peralatan keselamatan lainnya.

Pencarian dilakukan di tengah cuaca berawan. Berdasarkan informasi BMKG, angin di lokasi bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan sekitar 6 kilometer per jam.

Memasuki hari keempat operasi, Tim SAR gabungan kembali akan menyisir kawasan hutan dan titik-titik yang diduga dilalui korban. Harapannya, La Mai segera ditemukan.

Penulis: Andi M