KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Di saat banyak pemerintah desa harus menghabiskan sebagian besar Dana Desa (DD) untuk membiayai belanja wajib, Pemerintah Desa Awo, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara justru masih memiliki ruang fiskal untuk membangun infrastruktur. Kuncinya terletak pada besaran alokasi Dana Desa yang diterima pada 2026, mencapai Rp300 juta.
Kepala Desa Awo, Aman, mengatakan desanya menjadi satu-satunya desa di Kecamatan Kodeoha yang memperoleh Dana Desa sebesar itu. Alokasi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran honorarium kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM), sekaligus membiayai pembangunan fisik yang telah menjadi aspirasi masyarakat.
“Setelah mengalokasikan anggaran untuk honor kader Posyandu dan KPM, kami masih dapat menganggarkan sekitar Rp150 juta untuk pembangunan rabat beton bahu jalan,” kata Aman, Rabu (5/8/2026).
Pembangunan tersebut dipusatkan di Dusun I dengan panjang sekitar 550 meter pada dua sisi jalan. Menurut Aman, proyek itu bukan keputusan sepihak pemerintah desa, melainkan hasil Musyawarah Desa yang menempatkan peningkatan kualitas akses jalan sebagai kebutuhan paling mendesak.
Ia menjelaskan, kondisi itu tidak serta-merta dapat diterapkan di seluruh desa di Kabupaten Kolaka Utara. Sejumlah desa hanya menerima Dana Desa sekitar Rp200 juta sehingga ruang fiskalnya jauh lebih sempit. Sebagian besar anggaran, kata dia, telah terserap untuk membiayai honorarium kader serta kebutuhan program yang bersifat wajib.
“Kalau Dana Desa hanya sekitar Rp200 juta, tentu akan sulit mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fisik. Sebab, belanja wajib lebih dulu harus dipenuhi,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Desa Awo, pembangunan rabat beton bahu jalan tidak sekadar memperbaiki kondisi infrastruktur. Pelebaran bahu jalan dinilai mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar mobilitas warga, sekaligus memperkuat estetika lingkungan permukiman.
Aman berharap infrastruktur yang dibangun melalui Dana Desa dapat dipelihara secara kolektif oleh masyarakat agar manfaatnya berlangsung dalam jangka panjang.
“Ini adalah aset bersama yang dibangun dari uang negara. Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawatnya sehingga dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama,” katanya.
Penulis : Astar








