KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Perum Bulog Cabang Kolaka memastikan kesiapan menyerap hasil panen padi petani di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Bulog menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram sekaligus membuka akses bagi petani yang mengalami kendala pemasaran dan distribusi.
Pimpinan Bulog Cabang Kolaka, Ardiansyah, mengatakan penyerapan gabah dari Kolaka Utara telah dilakukan di sejumlah sentra produksi. Hingga tahun ini, total gabah yang telah diserap mencapai sekitar 300 ton.
“Tahun ini kami sudah menyerap gabah dari wilayah Kolaka Utara sekitar 300 ton. Intinya, kalau petani panen, Bulog siap menyerap,” kata Ardiansyah seusai mendampingi Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., melepas secara simbolis empat truk enam roda yang mengangkut bantuan pangan berupa beras sebanyak 44 ton khusus untuk Kecamatan Pakue di Lapangan Aspirasi, Kompleks Perkantoran Lasusua, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Ardiansyah, penyerapan gabah sebelumnya dilakukan antara lain dari petani sawah di Kecamatan Ranteangin dan Wawo. Bulog, kata dia, terus membuka ruang koordinasi agar hasil panen petani dapat terserap dan masuk ke dalam rantai pasok pangan pemerintah.
Terkait keluhan masyarakat di Desa Kamis mengenai pemasaran hasil panen, Bulog akan berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Bhabinkamtibmas setempat.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memudahkan petani mengirim gabah ke Bulog Kolaka. Bahkan, biaya operasional pengangkutan gabah dari lokasi petani akan ditanggung Bulog.
“Untuk keluhan masyarakat di Desa Kamis, kami akan koordinasi dengan PPL dan Bhabinkamtibmas. Gabah bisa diantarkan langsung ke Bulog Kolaka dan semua biaya operasional ditanggung Bulog,” ujarnya.
Ardiansyah menegaskan, Bulog pada prinsipnya siap menyerap hasil panen petani selama memenuhi ketentuan pembelian yang berlaku.
“Intinya kalau petani panen, Bulog siap menyerap,” katanya.
Dengan kesiapan tersebut, petani di Kolaka Utara memiliki alternatif pemasaran setelah memasuki masa panen. Dukungan pengangkutan juga diharapkan dapat mengurangi kendala distribusi, khususnya bagi petani yang berada jauh dari gudang Bulog.
Penyerapan gabah dari petani Kolaka Utara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga kesinambungan produksi pangan. Bagi petani, kepastian penyerapan memberikan akses pasar yang lebih jelas ketika hasil produksi memasuki masa panen.
Penulis: Ris








