Disdag Sidak LPG 3 Kg, Temukan Lonjakan Permintaan Tak Wajar di Pangkalan

Ekobis251 Dilihat

“Penyaluran dari depo ke agen hingga pangkalan disebut berjalan normal sesuai jadwal dan kuota harian. Namun, persoalan justru muncul di tingkat distribusi akhir”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kolaka Utara turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram, menyusul keluhan kelangkaan yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kolaka Utara, Abu Bakri, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan lapangan pada Jumat (10/4/2026), pasokan LPG sebenarnya dalam kondisi aman dan terkendali.

Penyaluran dari depo ke agen hingga pangkalan disebut berjalan normal sesuai jadwal dan kuota harian. Namun, persoalan justru muncul di tingkat distribusi akhir.

“Secara distribusi aman. Tapi di lapangan terjadi lonjakan permintaan yang cukup tinggi,” ujarnya melalui whatsapp.

Dalam sidak yang dilakukan di sejumlah titik, termasuk di wilayah Kota Lasusua, Disdag menemukan adanya praktik pembelian dalam jumlah tidak wajar. Bahkan, pengangkuan pihak pangkalan terdapat oknum yang membeli hingga 10 tabung sekaligus dalam satu waktu.

Kondisi ini dinilai menjadi pemicu utama cepat habisnya stok di pangkalan serta terganggunya pemerataan distribusi LPG bersubsidi.

Sebagai langkah pengendalian, Disdag langsung memberlakukan pembatasan pembelian. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu tabung, sementara pelaku UMKM dibatasi maksimal dua tabung dengan pengawasan ketat.

Tak hanya itu, pangkalan juga diminta tegas untuk tidak melayani pengecer atau pihak yang diduga membeli untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

“Kalau pangkalan tertib, maka potensi permainan harga bisa ditekan,” tegasnya.

Pengawasan pun diperketat dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), termasuk dalam setiap proses pembongkaran LPG di pangkalan guna mengantisipasi kerumunan dan pembelian berulang yang kerap terjadi.

Disdag juga menyoroti faktor kepanikan masyarakat sebagai salah satu pemicu lonjakan permintaan. Isu kenaikan harga energi serta dinamika global seperti konflik di Timur Tengah dinilai turut memengaruhi perilaku konsumsi warga.

“Biasanya satu tabung, sekarang bisa dua sampai tiga. Ini yang kami coba kendalikan,” jelasnya.

Padahal, pemerintah pusat telah memastikan tidak ada rencana kenaikan harga LPG maupun BBM hingga akhir tahun. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak terpengaruh isu yang belum terverifikasi.

Terkait dugaan distribusi LPG ke luar daerah, Disdag menegaskan hingga saat ini belum ditemukan indikasi di lapangan. Meski demikian, pengawasan akan terus diperkuat guna memastikan distribusi LPG subsidi tepat sasaran.

Dengan langkah pengendalian yang dilakukan, pemerintah daerah berharap distribusi LPG 3 kilogram dapat kembali stabil dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara merata.

Penulis : Ris

Komentar