“Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan industri perunggasan dari hulu hingga hilir secara terintegrasi”
BONE, REPUBLIX.ID – Pemerintah terus mempercepat pembangunan industri perunggasan terintegrasi di luar Pulau Jawa. Di Kabupaten Bone, Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mendorong hilirisasi ayam berbasis kawasan sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional.
Program ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Perkebunan Nusantara, PT Berdikari, dan PT Unilever Green Industry di kawasan Pabrik Gula Camming, Kamis (2/4/2026). Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan industri perunggasan dari hulu hingga hilir secara terintegrasi.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Makmun, mengatakan proyek ini menjadi bagian dari agenda prioritas yang mendapat perhatian langsung dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
“Penandatanganan ini menjadi dasar hukum untuk mempercepat seluruh proses, termasuk perizinan agar implementasi di lapangan bisa segera berjalan,” ujarnya.
Di tahap awal, pembangunan difokuskan di beberapa titik strategis. Di Kebun Swadaya, akan dibangun empat kandang Final Stock (FS) broiler berkapasitas total 160 ribu ekor dengan desain modern dua tingkat. Sementara di Kebun Mattirowalie, proyek mencakup kandang pullet dan FS layer berkapasitas 50 ribu ekor.
Tak hanya itu, di Kebun Mappesangka direncanakan pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dengan kapasitas hingga 2.000 ekor per jam. Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam mendukung proses hilirisasi dan distribusi produk unggas.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi bentuk komitmen BUMN dalam mendukung kedaulatan pangan.
“Sinergi ini penting untuk membangun ekosistem perunggasan yang efisien dan berkelanjutan, termasuk pengembangan RPHU, cold storage, dan pabrik pakan dalam satu kawasan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan SDM PT Berdikari, M. Kaspiyah, menilai integrasi sektor hulu hingga hilir akan meningkatkan efisiensi sekaligus daya saing industri dalam negeri.
Ke depan, kawasan Kebun Dekko akan dikembangkan sebagai pusat integrasi yang mencakup kandang Parent Stock (PS) broiler, hatchery, hingga pabrik pakan.
Sejumlah langkah lanjutan juga tengah disiapkan, mulai dari penyelesaian perizinan, penyusunan desain teknis, hingga penguatan dukungan infrastruktur dan logistik.
Dilansir dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi model pengembangan industri peternakan berbasis kawasan di Indonesia.
Selain meningkatkan produksi dan efisiensi, program ini juga diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Penulis : AM








Komentar