KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara kembali mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Wawo setelah sempat tidak berfungsi selama hampir satu dekade. Peresmian dilakukan oleh Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H, Senin (4/5/2026), di Desa Walasiho, Kecamatan Wawo.
Pengoperasian kembali fasilitas ini menjadi langkah penting dalam memulihkan layanan air bersih bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
Bupati Kolaka Utara menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat.
“Air bukan sekadar kebutuhan biasa. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, sehingga pemenuhannya sangat berpengaruh terhadap kesehatan,” ujarnya.
Ia juga menekankan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan layanan air bersih hingga ke wilayah pedesaan dan daerah dengan akses terbatas. Meski demikian, tantangan geografis seperti perbedaan elevasi wilayah masih menjadi kendala dalam distribusi air.
Menurutnya, keberlanjutan layanan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah atau Perumda, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Harus ada rasa memiliki. Masyarakat perlu ikut menjaga dan menggunakan air secara bijak agar layanan ini bisa berkelanjutan,” katanya.
Ketersediaan air bersih, lanjutnya, juga berkaitan erat dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, termasuk upaya menurunkan angka stunting.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah menyerahkan penghargaan kepada Direktur Perumda atas keberhasilan mengaktifkan kembali IPA Wawo tanpa ketergantungan pada tenaga teknis eksternal.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Tampanama Kolaka Utara, Tasrim, S.Ag., M.Si, menjelaskan bahwa IPA Wawo dibangun pada 2014 dengan kapasitas 10 liter per detik dan mampu melayani sekitar 1.000 jiwa. Namun, instalasi tersebut hanya beroperasi selama satu tahun sebelum berhenti sejak 2016 akibat kerusakan dan berbagai kendala teknis.
Dampaknya cukup signifikan. Jumlah sambungan rumah menurun dari 636 menjadi 228 atau turun sekitar 64 persen. Kualitas air yang didistribusikan pun kerap terganggu akibat tingginya tingkat kekeruhan.
Tasrim menyebut, sejak menjabat sebagai direktur, pihaknya melakukan pembenahan secara bertahap dengan memaksimalkan sumber daya internal. Seluruh perbaikan dilakukan oleh tim teknis Perumda tanpa melibatkan tenaga dari luar.
“Sejak awal April kami lakukan uji coba, dan saat ini IPA Wawo sudah kembali normal dan siap melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sumber air baku di wilayah tersebut masih bergantung pada air permukaan yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Saat hujan deras, tingkat kekeruhan meningkat sehingga operasional terkadang harus dihentikan sementara untuk menjaga kualitas air.
Di tengah keterbatasan, Perumda mencatat sejumlah perbaikan kinerja. Tingkat kehilangan air (non-revenue water/NRW) berhasil ditekan dari 32 persen pada 2023 menjadi 27 persen pada 2025.
Selain itu, utang perusahaan juga turun dari Rp2,6 miliar menjadi sekitar Rp900 juta berdasarkan audit 2025.
Pengoperasian kembali IPA Wawo diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas akses layanan air bersih yang layak di Kolaka Utara, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis: Ris








Komentar