Kolaka Utara Jadi Satu-satunya Wakil Sultra dalam Gerakan Tanam Serentak Komoditi Perkebunan Nasional

Ekobis129 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Kabupaten Kolaka Utara kembali mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Daerah ini menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tenggara yang ditunjuk Kementerian Pertanian untuk mengikuti Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan yang digelar secara nasional, Rabu (3/6/2026).

Penunjukan tersebut tidak lepas dari posisi Kolaka Utara sebagai salah satu sentra produksi kakao terbesar di Sulawesi Tenggara sekaligus daerah yang terus mendorong pengembangan komoditas unggulan tersebut.

Pada kegiatan itu, Kolaka Utara melaksanakan penanaman perdana kakao di lahan seluas sekitar satu hektare. Prosesi penanaman dilakukan secara virtual dan terhubung dengan 30 titik pelaksanaan di berbagai daerah di Indonesia yang menanam komoditas perkebunan unggulan masing-masing.

Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H. Foto : Republix.id

Selain kakao, gerakan tanam serentak juga mencakup komoditas strategis lainnya seperti tebu, kopi, kelapa dalam, jambu mete, pala, dan lada. Program tersebut merupakan bagian dari agenda hilirisasi perkebunan yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, H. Kamal Mustafa, S.Pi., M.M., mengatakan kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat menjadi bukti bahwa sektor kakao Kolaka Utara memiliki peran penting dalam pengembangan perkebunan nasional.

“Kolaka Utara ditunjuk langsung oleh kementerian sebagai lokasi pelaksanaan penanaman serentak komoditas kakao. Untuk Sulawesi Tenggara, hanya Kolaka Utara yang ditunjuk,” kata Kamal.

Menurutnya, penunjukan tersebut bukan tanpa alasan. Kakao merupakan komoditas unggulan daerah yang selama ini menjadi salah satu penyumbang produksi terbesar di Sulawesi Tenggara.

“Kolaka Utara dipilih karena kakao merupakan komoditas unggulan daerah dan saat ini menjadi salah satu produsen kakao terbesar di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, H. Kamal Mustafa, S.Pi., M.M. Foto : Republix.id

Kamal menilai penunjukan itu merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kontribusi Kolaka Utara dalam pengembangan kakao nasional. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produktivitas melalui program peremajaan tanaman, perluasan areal tanam, serta pendampingan kepada petani.

“Kami berharap momentum ini semakin memotivasi petani untuk terus mengembangkan kakao sebagai komoditas andalan yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan nasional tersebut dibuka secara virtual oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, yang pada saat bersamaan mengikuti penanaman tebu di Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Ali menegaskan, gerakan tanam serentak merupakan bagian dari strategi hilirisasi perkebunan yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

“Gerakan tanam serentak dilaksanakan di berbagai sentra komoditas perkebunan di Indonesia sebagai bagian dari program hilirisasi yang dicanangkan Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Menurut Ali, hilirisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029, khususnya dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, dan ekonomi.

Pemerintah menargetkan hilirisasi berbagai komoditas unggulan seperti tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala agar mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja, mengurangi ketergantungan impor, dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, hingga petani sebagai ujung tombak sektor perkebunan.

Gerakan tanam serentak ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendorong hilirisasi perkebunan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian nasional.

Kegiatan di Kolaka Utara dipimpin langsung Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H dan dihadiri Anggota DPRD Kolaka Utara, Fathulla Hasyim, Asisten II Sekretariat Daerah Kolaka Utara.

Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perwakilan PT Mars, Penggiat Kakao, serta kelompok tani dan pelaku usaha perkebunan kakao.

Penulis : Ris

Komentar