Hari Kelima Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Bombana Belum Membuahkan Hasil, Operasi SAR Dilanjutkan Besok

Peristiwa30 Dilihat

BOMBANA, REPUBLIX.ID – Memasuki hari kelima operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, tim SAR gabungan masih belum berhasil menemukan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan pencarian yang berlangsung hingga Rabu (10/6/2026) pukul 17.15 Wita masih berakhir nihil.

“Hingga sore hari ini, tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal di area yang telah ditentukan. Namun korban belum berhasil ditemukan,” terangnya.

Menurutnya, operasi pencarian sementara dihentikan pada sore hari dan akan kembali dilanjutkan pada Kamis (11/6/2026) pagi.

“Operasi SAR dihentikan sementara karena faktor efektivitas pencarian pada malam hari. Tim akan kembali melanjutkan pencarian besok pagi mulai pukul 07.00 Wita,” ujarnya.

Korban diketahui bernama Tuang alias Igo (37), warga Kabupaten Konawe Kepulauan. Ia dilaporkan hilang saat melaut bersama kapal pa’gae yang diawaki 11 orang.

Berdasarkan kronologi kejadian, kapal milik H. Daeng Gassing berangkat melaut pada 5 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 Wita untuk menangkap ikan. Sekitar pukul 18.45 Wita, korban meminta izin kepada rekan-rekannya untuk buang air besar di laut dengan menggunakan sebuah gabus sebagai alat bantu pelampung.

“Saat itu korban turun ke laut menggunakan gabus sebagai pelampung sementara ABK lainnya tetap menarik jaring ikan yang telah ditebar,” jelas Amiruddin.

Sekitar pukul 19.30 Wita, setelah seluruh jaring berhasil diangkat ke atas kapal, nahkoda bersama para ABK berusaha mencari keberadaan korban. Namun korban tidak lagi terlihat di sekitar lokasi.

“Juragan kapal langsung melakukan pencarian setelah menyadari korban belum kembali ke kapal. Upaya pencarian awal dilakukan di sekitar lokasi kejadian, tetapi korban tidak ditemukan hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada tim SAR,” ungkapnya.

Pada hari kelima operasi, pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Pos AL Bombana, Babinsa Larete dan Puulemo, SROP Kolaka dan Selayar, Satpol PP Bombana, Samapta Polres Kolaka, aparat kelurahan, kru kapal, masyarakat setempat, serta keluarga korban.

Tim SAR menggunakan sejumlah peralatan pendukung, seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal pa’gae, longboat, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Kondisi cuaca selama pencarian terpantau cerah dengan kecepatan angin berkisar 8 hingga 16 kilometer per jam yang bertiup dari arah timur.

Basarnas Kendari mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah pencarian untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Penulis : Ris

Komentar