Hari Ketujuh Pencarian Nihil, Basarnas Tutup Operasi SAR Nelayan Hilang di Perairan Bombana

Peristiwa54 Dilihat

BOMBANA, REPUBLIX.ID – Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang di perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, resmi ditutup oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat (12/6/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Korban diketahui bernama Tuang alias Igo (37), warga Kabupaten Konawe Kepulauan. Ia dilaporkan hilang saat melaut bersama kru kapal pa’gae pada 5 Juni 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan pencarian pada hari ketujuh telah dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur SAR yang terlibat.

“Hingga memasuki pukul 15.55 Wita, pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan masih belum menemukan korban. Seluruh area yang menjadi fokus pencarian telah disisir, namun hasilnya masih nihil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai prosedur operasi SAR, pencarian dihentikan setelah memasuki hari ketujuh karena tidak ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban.

“Mengingat operasi SAR telah memasuki hari ketujuh dan tanda-tanda keberadaan korban tidak ditemukan, maka operasi SAR terhadap satu orang nelayan yang hilang di sekitar perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana dinyatakan ditutup,” katanya.

Meski operasi SAR dihentikan, Basarnas membuka kemungkinan pencarian kembali dilakukan apabila muncul informasi baru terkait korban.

“Seluruh unsur yang terlibat kami kembalikan ke kesatuannya masing-masing. Namun apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali,” lanjut Amiruddin.

Berdasarkan kronologi kejadian, korban berangkat melaut bersama juragan kapal H. Daeng Gassing dan 10 anak buah kapal lainnya pada 5 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 Wita untuk menangkap ikan.

Sekitar pukul 17.45 Wita, kapal pa’gae tersebut melepas jaring. Satu jam kemudian, korban meminta izin untuk buang air besar di laut dengan menggunakan pelampung berupa gabus. Sementara itu, para ABK lainnya tetap fokus menarik jaring ikan.

Setelah seluruh jaring berhasil dinaikkan ke kapal sekitar pukul 19.30 Wita, korban sudah tidak terlihat di lokasi. Juragan kapal kemudian menyalakan mesin dan bersama para kru melakukan pencarian di sekitar area tersebut, namun korban tidak ditemukan.

“Pencarian awal telah dilakukan oleh kru kapal sesaat setelah korban diketahui hilang. Namun hingga informasi diterima Basarnas dan operasi SAR dilaksanakan, korban belum berhasil ditemukan,” jelas Amiruddin.

Selama tujuh hari operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan melibatkan unsur Basarnas Kendari, Pos SAR Kolaka, Pos SAR Bone, Pos SAR Selayar, Polair Bombana, Pos AL Bombana, Polsek Poleang Timur, TNI, Satpol PP, aparat desa, nelayan setempat, serta keluarga korban.

Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana pencarian berupa Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal pa’gae, longboat, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Kondisi cuaca selama pencarian pada hari terakhir berlangsung cerah hingga hujan ringan dengan kecepatan angin berkisar 3 hingga 7 kilometer per jam dari arah tenggara.

Hingga operasi SAR resmi ditutup, keberadaan Tuang alias Igo masih belum diketahui. Basarnas berharap masyarakat yang menemukan petunjuk terkait korban segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar tindak lanjut pencarian dapat dilakukan.

Penulis : Ris

Komentar