Jemput Anak Pegunungan, SDN 4 Ngapa Buka Kelas Jauh di Desa Padaelo

Edukasi1278 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Jarak geografis masih menjadi salah satu penghalang paling nyata bagi anak-anak di wilayah pegunungan untuk memperoleh layanan pendidikan dasar. Kondisi itu pula yang mendorong SDN 4 Ngapa yang terletak di Desa Ngapa, membuka kelas jauh di Desa Padaelo, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara.

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Ngapa, Hj. Salmiati, S.Pd., mengatakan gagasan tersebut muncul setelah ia mengamati kondisi peserta didik selama sekitar sebulan menjalankan tugas di sekolah tersebut. Sejumlah siswa dari wilayah pegunungan Desa Padaelo harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mengikuti pembelajaran di sekolah induk di Desa Ngapa.

“Setelah sebulan bertugas, saya mengamati siswa yang dari Desa Padaelo turun bersekolah di Desa Ngapa. Saya kemudian berinisiatif berkoordinasi dengan pemerintah desa, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat,” kata Salmiati, Minggu (9/8/2026).

Koordinasi itu dilakukan hingga pada 1 Agustus 2025 terbentuk kelas jauh SDN 4 Ngapa di Desa Padaelo. Kelas tersebut secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak yang bermukim di kawasan pegunungan dengan akses jalan yang relatif sulit dan jarak tempuh yang panjang.

Pembukaan kelas jauh itu bukan sekadar memindahkan ruang belajar. Menurut Salmiati, kebijakan tersebut merupakan upaya mendekatkan layanan pendidikan kepada anak-anak yang selama ini menghadapi hambatan mobilitas.

Perjalanan yang jauh dan kondisi jalan yang ekstrem membuat sebagian orang tua harus menghabiskan waktu untuk mengantar dan menjemput anak mereka. Situasi itu berpotensi menambah beban keluarga sekaligus mengurangi efektivitas waktu belajar siswa.

“Dengan adanya kelas jauh ini, orang tua tidak lagi menunggu berjam-jam untuk menjemput anak mereka,” ujarnya.

Saat ini terdapat 16 siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas jauh tersebut. Mereka terdiri atas tiga siswa kelas I, tiga siswa kelas III, empat siswa kelas IV, tiga siswa kelas V, dan tiga siswa kelas VI.

Untuk kegiatan belajar-mengajar, siswa sementara menggunakan bangunan taman kanak-kanak (TK) di Desa Padaelo. Keterbatasan sarana tersebut belum menyurutkan aktivitas pembelajaran.

Salmiati mengatakan pihak sekolah juga berupaya memastikan kebutuhan bahan ajar tetap tersedia. Buku pelajaran maupun sumber pembelajaran digital disiapkan untuk menunjang proses belajar. Pemanfaatan media digital dan mesin pencari seperti Google juga menjadi salah satu instrumen pembelajaran yang digunakan.

Persoalan tenaga pendidik menjadi tantangan tersendiri. Karena jarak antara sekolah induk dan kelas jauh cukup jauh, sekolah belum memungkinkan menempatkan guru dari SDN 4 Ngapa secara rutin di Desa Padaelo.

Sebagai solusi sementara, sekolah memberdayakan seorang warga setempat untuk membantu proses pembelajaran. Meski bukan berlatar belakang pendidikan keguruan, warga tersebut dinilai memiliki kompetensi yang dapat menunjang kegiatan belajar siswa.

“Kami memberdayakan masyarakat setempat. Walaupun tidak memiliki basic sebagai guru, tetapi dia memiliki kompetensi untuk mengajar. Ini karena jarak tempuh cukup jauh sehingga belum memungkinkan kami mendrop guru ke kelas jauh,” kata Salmiati.

Namun, keberadaan kelas jauh itu dinilai belum menjadi solusi final. Sekolah bersama pemerintah desa menginginkan tersedianya gedung sekolah yang representatif di Desa Padaelo.

Pembangunan gedung baru dianggap penting agar kelas jauh tersebut tidak selamanya bergantung pada fasilitas pendidikan yang bersifat sementara. Selain memberikan kepastian ruang belajar, keberadaan gedung permanen juga diharapkan memperkuat akses pendidikan dasar bagi anak-anak di kawasan pegunungan.

Menurut Salmiati, pemerintah Desa Padaelo telah menyatakan kesiapannya menyediakan lahan. Pemerintah desa bahkan telah menyiapkan lahan hibah yang diperuntukkan bagi pembangunan gedung sekolah baru.

“Kami bersama pemerintah desa meminta agar dibangunkan gedung baru untuk kelas jauh di Desa Padaelo. Semata-mata untuk mempermudah akses pendidikan,” ujarnya.

Salmiati berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka Utara dapat merespons kebutuhan tersebut. Menurut dia, penguatan kelas jauh tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memastikan anak-anak di wilayah terpencil memperoleh hak pendidikan yang setara.

Ia berharap kelas jauh SDN 4 Ngapa dapat berkembang menjadi layanan pendidikan yang lebih permanen dan memadai. Dengan begitu, anak-anak Desa Padaelo tidak harus meninggalkan daerahnya hanya untuk mendapatkan pendidikan dasar.

“Semoga Kepala Dinas Pendidikan dapat memenuhi keinginan kami agar kelas jauh di Padaelo dapat lebih berkembang lagi. Dengan begitu, orang tua yang mengirim anak mereka bersekolah di Sulawesi Selatan dapat membawa mereka kembali untuk bersekolah di SDN 4 Ngapa,” kata Salmiati.

Penulis : Astar