KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Dua puluh ribu bibit kelapa dalam sedang tumbuh di persemaian Desa Kalu-kaluku, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Sebagian besar bibit telah melewati tahapan pembibitan dan kini menunggu pertumbuhan sebelum dipindahkan ke lahan pengembangan.
Persemaian yang dikelola CV Jaya Bersama itu menjadi salah satu titik pembibitan dalam program pengembangan kelapa dalam di Kolaka Utara. Di lokasi tersebut, bibit kelapa lokal ditanam dan dirawat hingga mencapai ukuran yang memenuhi syarat untuk tahap berikutnya.
Pengelola Pembibitan, Chaerun Khaes Corowi, mengatakan tingkat perkembangan bibit di lokasi yang dikelolanya telah mencapai sekitar 90 persen.
“Kalau saya itu sudah sembilan puluh persen,” kata Chaerun, Kamis, 17 September 2026.
Meski demikian, capaian tersebut belum berarti seluruh bibit telah siap didistribusikan. Sebagian tanaman masih berukuran kecil dan membutuhkan waktu untuk mengejar pertumbuhan.
“Hanya sebagian benih pertumbuhannya agak masih kecil tapi itu bukan masalah,” ujarnya.
Perbedaan ukuran itu menjadi bagian dari proses alami pembibitan. Bibit tidak tumbuh seragam dalam waktu yang sama sehingga sebagian masih harus dipelihara sampai mencapai kondisi yang diperlukan.
Chaerun mengatakan bibit yang disiapkan merupakan kelapa lokal varietas unggul. Sumber bahan tanaman juga berasal dari kebun benih bersertifikat yang berada di wilayah Kolaka Utara.
Dalam pengembangan pembibitan tersebut, terdapat sejumlah lokasi kebun benih yang menjadi sumber bibit. Chaerun menyebut salah satunya berada di Kecamatan Ranteangin, sementara lokasi lainnya berada di kawasan Desa Sarona, Kecamatan Watunohu.
Persemaian menjadi tahap penting sebelum bibit masuk ke lahan petani. Pada fase ini, kualitas pertumbuhan menjadi perhatian karena bibit yang disiapkan akan menjadi tanaman awal untuk pengembangan areal kelapa dalam.
Karena itu, angka 90 persen tidak semata-mata menunjukkan jumlah bibit yang telah tumbuh. Masih ada tahapan pemeliharaan untuk memastikan bibit yang tersisa dapat berkembang hingga siap dipindahkan.
Chaerun memperkirakan perkembangan bibit akan mulai lebih terlihat sekitar November. Namun, waktu distribusi belum dapat dipastikan karena berkaitan dengan tahapan pekerjaan antara kontraktor dan pemerintah daerah.
“Terkait jadwal pendistribusia atau penyaluran bibit ke petani saya tidak tahu. Itu kewenangan intansi terkait dengan pihak kontraktor kami ini hanya menyediakan bibit sesuai dengan prosedur,” katanya.
Program pembibitan ini merupakan bagian dari rencana perluasan tanaman kelapa dalam di Kolaka Utara. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran Rp16,97 miliar pada 2026 untuk mendukung program tersebut.
Secara keseluruhan, program mencakup penyediaan sekitar 240 ribu bibit kelapa dalam untuk pengembangan areal seluas 2.000 hektare.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, H. Kamal Mustafa, S.Pi., M.M., mengatakan program tersebut diarahkan untuk memperluas areal tanam baru dengan mempertimbangkan kesiapan lahan dan kelembagaan petani.
“Program ini dirancang untuk memperbaiki struktur produksi melalui perluasan areal tanam baru yang berbasis pada kesiapan lahan dan kelembagaan petani,” ujarnya.
Penulis: Ris








