Sulawesi Jadi Lumbung Kakao Nasional 

Berita Tani50 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pulau Sulawesi menjadi salah satu pusat produksi kakao terbesar di Indonesia. Empat provinsi di Sulawesi bahkan mendominasi jajaran daerah dengan produksi kakao tertinggi secara nasional pada 2024.

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Iklim tropis dengan kondisi lingkungan yang sesuai membuat tanaman kakao dapat tumbuh di berbagai wilayah.

Biji kakao menjadi bahan baku utama industri cokelat dan berbagai produk turunannya, seperti bubuk kakao, mentega kakao, minuman, hingga produk pangan lainnya. Karena itu, komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang cukup penting bagi petani maupun industri pengolahan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian, produksi kakao Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 632 ribu ton.

Menariknya, sebagian besar produksi tersebut berasal dari kawasan timur Indonesia, terutama Pulau Sulawesi.

Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan produksi kakao tertinggi di Indonesia pada 2024. Produksinya mencapai 124,72 ribu ton.

Posisi kedua ditempati Sulawesi Tenggara dengan produksi 107,88 ribu ton. Selanjutnya, Sulawesi Selatan menghasilkan sekitar 76,97 ribu ton, sedangkan Sulawesi Barat mencapai 67,17 ribu ton.

Jika digabungkan, empat provinsi di Sulawesi tersebut menghasilkan sekitar 376,74 ribu ton kakao atau hampir 60 persen dari total produksi kakao Indonesia pada 2024.

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan kakao nasional.

Daftar Daerah Penghasil Kakao Terbesar

Selain empat provinsi di Sulawesi, sejumlah daerah lain juga menjadi sentra produksi kakao nasional.

Lampung berada di posisi berikutnya dengan produksi sekitar 47,88 ribu ton.

Dari Pulau Sumatra, Sumatra Utara menyumbang sekitar 39,43 ribu ton, disusul Aceh dengan 36,51 ribu ton, dan Sumatra Barat sebesar 32,75 ribu ton.

Sementara itu, Jawa Timur menghasilkan sekitar 19,89 ribu ton, sedikit lebih tinggi dibandingkan Nusa Tenggara Timur yang mencapai 19,73 ribu ton.

10 Provinsi dengan Produksi Kakao Terbesar pada 2024

1. Sulawesi Tengah, 124,72 ribu ton
2. Sulawesi Tenggara, 107,88 ribu ton
3. Sulawesi Selatan, 76,97 ribu ton
4. Sulawesi Barat, 67,17 ribu ton
5. Lampung, 47,88 ribu ton
6. Sumatra Utara, 39,43 ribu ton
7. Aceh, 36,51 ribu ton
8. Sumatra Barat, 32,75 ribu ton
9. Jawa Timur, 19,89 ribu ton
10. Nusa Tenggara Timur, 19,73 ribu ton

Produksi kakao Sulawesi Tenggara sebesar 107,88 ribu ton menempatkan provinsi tersebut sebagai penghasil kakao terbesar kedua secara nasional.

Angka ini menunjukkan besarnya potensi perkebunan kakao di Sulawesi Tenggara. Kakao tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan.

Potensi tersebut juga membuka peluang pengembangan industri hilir, mulai dari pengolahan biji kakao hingga produk cokelat yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Meski memiliki produksi yang besar, industri kakao Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Produktivitas tanaman, kualitas biji, usia tanaman, serangan hama dan penyakit, perubahan iklim, hingga akses petani terhadap teknologi dan pasar menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Peningkatan produksi juga perlu diikuti dengan penguatan sektor hilir. Dengan demikian, kakao tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.

Dominasi Sulawesi dalam produksi kakao nasional menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki posisi penting dalam industri kakao Indonesia.

Penguatan produktivitas petani, peremajaan tanaman, peningkatan kualitas hasil panen, serta pengembangan industri pengolahan dapat semakin memperkuat posisi Sulawesi sebagai lumbung kakao nasional.

Penulis: Ris