Lima Kabupaten Ini Jadi Lumbung Beras Terbesar Sulawesi Tenggara

Berita Tani352 Dilihat

KENDARI, REPUBLIX.ID – Lima kabupaten menjadi penopang utama produksi beras di Sulawesi Tenggara sepanjang 2025. Kabupaten Konawe berada di posisi teratas, disusul Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan dan Kolaka.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara, produksi padi di Sulawesi Tenggara pada 2025 mencapai 680.820 ton, dengan produksi beras sebesar 390.981 ton.

Data tersebut bersumber dari Survei Kerangka Sampel Area (KSA) dan Survei Ubinan BPS, yang terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026.

Konawe menjadi daerah dengan produksi beras terbesar di Sulawesi Tenggara. Produksi padinya mencapai 241.320 ton, yang menghasilkan sekitar 138.585 ton beras.

Di posisi kedua, Bombana mencatat produksi padi 110.479 ton, dengan produksi beras sebesar 63.446 ton.

Selanjutnya, Kolaka Timur menghasilkan 108.666 ton padi atau setara 62.405 ton beras. Sementara Konawe Selatan mencatat produksi padi 104.482 ton, dengan produksi beras mencapai 60.002 ton.

Kabupaten Kolaka melengkapi lima besar dengan produksi padi sebanyak 73.575 ton dan produksi beras 42.252 ton.

Jika digabung, produksi beras dari lima kabupaten tersebut mencapai sekitar 366.690 ton. Jumlah itu menyumbang sebagian besar produksi beras Sulawesi Tenggara pada 2025.

Di luar lima besar, sejumlah daerah juga mencatat produksi padi meski dengan volume lebih kecil.

Kota Baubau menghasilkan 9.573 ton padi atau setara 5.498 ton beras. Kemudian Konawe Utara mencatat 6.731 ton padi dan 3.866 ton beras.

Kolaka Utara menghasilkan 5.751 ton padi, dengan produksi beras sebesar 3.302 ton. Sementara Muna Barat mencatat 5.602 ton padi atau sekitar 3.217 ton beras.

Berikutnya, Buton menghasilkan 4.949 ton padi dan 2.842 ton beras. Muna mencatat 3.050 ton padi atau 1.752 ton beras, sedangkan Buton Utara menghasilkan 2.416 ton padi dan 1.387 ton beras.

Untuk wilayah perkotaan, Kota Kendari mencatat produksi padi 2.302 ton, dengan produksi beras sebesar 1.322 ton.

Sementara Konawe Kepulauan menghasilkan 1.770 ton padi atau setara 1.017 ton beras.

Produksi jauh lebih kecil tercatat di Buton Selatan, yakni 88 ton padi dan 51 ton beras. Adapun Buton Tengah menghasilkan 67 ton padi atau sekitar 38 ton beras.

Dalam data tersebut, Wakatobi tidak mencatat produksi padi maupun beras sepanjang 2025.

Angka produksi padi yang digunakan merupakan produksi dalam bentuk gabah kering giling (GKG). Data tersebut memberikan gambaran mengenai sebaran produksi pangan di Sulawesi Tenggara sekaligus memperlihatkan daerah-daerah yang menjadi sentra utama produksi beras.

Dengan produksi yang mencapai lebih dari 138 ribu ton beras, Konawe masih menjadi lumbung beras utama Sulawesi Tenggara, sementara empat kabupaten lainnya Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, dan Kolaka menjadi penopang utama produksi pangan provinsi tersebut.

Penulis: Ris