Kolaka Utara Perkuat Ekosistem Kakao dari Kebun hingga Pasar

Berita Tani381 Dilihat

KOLAKA UTARA, RELUBLIX.ID – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mendorong penguatan ekosistem kakao dari hulu hingga hilir melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED).

Program ini diarahkan agar petani tidak hanya mendapat dukungan dalam budidaya, tetapi juga akses pembiayaan, pendampingan hingga perlindungan.

Sekretaris Daerah Kolaka Utara H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., mengatakan pengembangan kakao membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan dan institusi yang memiliki kapasitas dalam mendampingi petani.

Hal itu disampaikan Idrus saat membuka kegiatan Edukasi Keuangan Program PED Komoditas Kakao di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Idrus, petani perlu mengenal berbagai layanan keuangan resmi yang dapat menunjang pengembangan usaha mereka.

“Melalui Program PED Komoditas Kakao ini, kita ingin membuka pintu selebar-lebarnya. Kita ingin petani tahu bahwa di luar sana ada lembaga keuangan resmi yang dijamin oleh negara, yang aman, bunganya terjangkau, dan prosesnya mudah diakses oleh petani,” kata Idrus.

Ia mengatakan pendekatan close loop menjadi salah satu kunci dalam membangun industri kakao yang berkelanjutan.

Dengan pola tersebut, petani tidak dilepas setelah mendapatkan bantuan atau pembiayaan, tetapi didampingi sejak penanaman hingga hasil panen terserap pasar.

“Pendampingan untuk Bapak/Ibu petani dilakukan secara menyeluruh dari awal tanam hingga panen terjual,” ujarnya

Selain pembiayaan, pemerintah juga menilai aspek perlindungan petani tidak kalah penting. Risiko dalam kegiatan pertanian, kata Idrus, perlu diantisipasi melalui skema asuransi dan jaminan keselamatan kerja.

Kegiatan edukasi tersebut melibatkan sejumlah lembaga keuangan dan instansi, antara lain Bank Sultra, BPR Bahteramas Kolaka Utara, PNM, Pegadaian, BPJS Ketenagakerjaan dan Asuransi Sinar Mas. BRMP Provinsi Sulawesi Tenggara turut memberikan pendampingan kepada peserta.

Idrus mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara yang menginisiasi edukasi tersebut. Ia berharap petani semakin memahami pilihan layanan keuangan yang dapat digunakan untuk memperkuat usaha kakao.

Ia juga meminta peserta aktif berdiskusi dan tidak ragu menggali informasi dari lembaga yang hadir.

“Jangan ragu dan jangan malu untuk bertanya pada sesi diskusi nanti. Kalau ada istilah yang tidak dimengerti, tanyakan langsung kepada pemateri. Mumpung pakarnya ada di sini semua,” katanya.

Idrus berharap peserta dapat menjadi penghubung informasi bagi kelompok tani lain di wilayah masing-masing. Pengetahuan mengenai pembiayaan, perlindungan dan pengembangan usaha diharapkan tidak berhenti di ruang pertemuan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menyatakan akan terus memperkuat dukungan melalui regulasi dan kebijakan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berkomitmen akan terus hadir, mendukung dari segi regulasi dan kebijakan, agar ekosistem kakao kita menjadi lebih kuat, berkelanjutan, dan petani kita menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri,” ujar Idrus.

Kolaka Utara memiliki posisi penting dalam produksi kakao Sulawesi Tenggara. Dalam kegiatan tersebut disebutkan produksi kakao daerah itu mencapai sekitar 62.260 ton per tahun, atau sekitar 61 persen dari total produksi kakao Sulawesi Tenggara.

Besarnya produksi tersebut menjadi modal bagi Kolaka Utara untuk memperkuat kakao bukan sekadar sebagai komoditas perkebunan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang memberi nilai tambah bagi petani.

Penulis: Ris