Sepekan Terjadi 18 Gempa di Sulawesi Tenggara, Konawe Paling Aktif

Berita Foto73 Dilihat

KENDARI, REPUBLIX.ID – Sebanyak 18 kejadian gempa bumi tercatat mengguncang wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) selama pekan kedua Oktober 2026, periode 9–15 Oktober. Dari jumlah tersebut, satu gempa dilaporkan dirasakan warga di Konawe Selatan dengan intensitas II hingga III MMI.

Data Stasiun Geofisika (Stageof) Kendari menunjukkan aktivitas gempa tersebut tersebar di delapan wilayah. Kabupaten Konawe mencatat jumlah kejadian terbanyak, disusul Kolaka Timur.

Berdasarkan rincian data tersebut, Kabupaten Konawe mencatat enam kejadian gempa, satu di antaranya dirasakan. Sementara itu, Kolaka Timur mengalami lima kejadian dan Konawe Selatan mencatat dua kejadian.

Adapun lima wilayah lainnya masing-masing mencatat satu kejadian gempa, yakni Muna, Muna Barat, Konawe Utara, Buton Selatan, dan Kolaka.

Stageof Kendari mencatat satu kejadian gempa yang dirasakan selama periode pemantauan tersebut. Gempa itu terjadi di wilayah Konawe pada 9 Oktober 2026 waktu UTC dan dirasakan di Konawe Selatan.

Intensitas guncangan tercatat pada skala II hingga III MMI. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan oleh sebagian orang di dalam bangunan, sementara pada intensitas yang lebih tinggi, benda-benda ringan yang digantung dapat mengalami ayunan.

Meski demikian, Stageof Kendari menyatakan tidak ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

Meski sebagian besar kejadian gempa tidak dirasakan masyarakat, informasi aktivitas seismik tetap penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Masyarakat diimbau mengenali risiko gempa di lingkungan masing-masing, memastikan bangunan dalam kondisi aman, serta menyiapkan perlengkapan darurat untuk menghadapi kemungkinan bencana.

Stageof Kendari juga mengingatkan masyarakat agar mengakses informasi gempa bumi melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Pemantauan aktivitas gempa secara berkala menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi bahaya geologi di Sulawesi Tenggara.

Penulis: Ris