Abdul El-Sayed Ukir Sejarah Jadi Senator Muslim Pertama AS Usai Menang di Michigan

Nasional6 Dilihat

AS, REPUBLIX.ID – Kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan Senat Amerika Serikat (AS) di negara bagian Michigan menjadi catatan sejarah baru dalam politik Negeri Paman Sam.

Politisi Partai Demokrat itu berhasil merebut kursi Senat sekaligus mencatatkan diri sebagai senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat.

Dilansir dari Metrotvnews.com, Rabu (4/11/2026), El-Sayed memenangkan persaingan dengan kandidat Partai Republik, Mike Rogers. Berdasarkan hasil pemilihan, El-Sayed meraih 52 persen suara, sedangkan Rogers memperoleh 46 persen.

Kemenangan tersebut sekaligus menandai keberhasilan tokoh progresif yang sebelumnya tidak masuk dalam jajaran elite politik Partai Demokrat.

El-Sayed merupakan seorang dokter dan mantan Direktur Kesehatan Wayne County yang berhasil membangun dukungan luas melalui kampanye selama sekitar satu setengah tahun.

Perjalanan El-Sayed menuju kursi Senat tidak berlangsung mulus. Selama kampanye, ia menghadapi serangan bernuansa Islamofobia dari Donald Trump dan sejumlah pendukung Partai Republik.

Identitas agama dan latar belakangnya menjadi sasaran serangan politik. Trump bahkan sempat menyebut El-Sayed sebagai seorang “jihadis” dan melontarkan pernyataan kontroversial terkait pemeriksaan keamanan jika dirinya masuk ke Senat.

Selain itu, Partai Republik juga berupaya membangun persepsi bahwa pandangan politik El-Sayed terlalu ekstrem untuk Michigan, negara bagian yang dikenal sebagai salah satu medan persaingan ketat dalam politik Amerika Serikat.

Namun, El-Sayed justru menjadikan isu persatuan dan persoalan ekonomi sebagai bagian penting dari pesan politiknya.

Ia menilai lawan-lawannya lebih memilih mengeksploitasi perbedaan identitas dibandingkan membicarakan persoalan mendasar masyarakat, seperti kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok.

Dalam kampanyenya, El-Sayed membawa sejumlah agenda progresif, termasuk gagasan Medicare for All atau layanan kesehatan universal bagi masyarakat Amerika Serikat.

Ia juga menyerukan penghentian bantuan militer AS kepada Israel. Sikap tersebut menjadi salah satu isu yang membuat pencalonannya mendapat perhatian luas, sekaligus memicu penolakan dari kelompok pro-Israel.

Lobi pro-Israel melalui United Democracy Project, komite aksi politik yang berafiliasi dengan AIPAC, dilaporkan menggelontorkan sekitar US$30 juta dalam pemilihan pendahuluan untuk menghambat langkah politik El-Sayed.

Sementara itu, total belanja iklan kedua partai dalam pemilihan umum tersebut telah melampaui US$220 juta hingga pertengahan Oktober, berdasarkan data AdImpact.

Kemenangan El-Sayed sekaligus menjadi ujian bagi kekuatan kelompok progresif di Partai Demokrat, terutama dalam menghadapi persaingan politik di negara bagian yang selama ini menjadi medan perebutan suara.

Ia akan menggantikan Gary Peters, senator Demokrat yang telah menduduki kursi Michigan sejak 2015 dan mengakhiri masa jabatannya.

Dengan kemenangan tersebut, El-Sayed tidak hanya mencatatkan pencapaian politik pribadi, tetapi juga membuka babak baru keterwakilan Muslim dalam lembaga legislatif tertinggi Amerika Serikat.

Penulis: Ris