Pertamina Datangkan Pertalite dari China dan India, Perkuat Pasokan BBM Nasional

Nasional153 Dilihat

JAKARTA, REPUBLIX.ID – PT Pertamina Patra Niaga memperluas sumber pengadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan mendatangkan pasokan dari China dan India.

Langkah ini ditempuh untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara pemasok tertentu sekaligus menjaga ketersediaan BBM di dalam negeri.

Dilansir dari Warta Ekonomi.co.id, Sabtu (31/10/2026), diversifikasi pasokan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi internasional.

Senior Expert Trading PT Pertamina Patra Niaga, Angga Mahendra, mengatakan perusahaan sebelumnya mengandalkan pasokan Pertalite dari kawasan Strait, yakni Singapura dan Malaysia. Namun, perusahaan kini memperluas pengadaan dari negara-negara di luar kawasan tersebut.

“Yang menarik, yang baru saja kami lakukan adalah kami telah melakukan pengadaan Pertalite ini dari wilayah Strait, Singapura dan Malaysia. Dalam rangka untuk meningkatkan keandalan pasokan Pertalite di dalam negeri, agar tidak rely on dengan satu sumber, maka kami juga telah melaksanakan pengadaan dari wilayah non-Strait,” ujar Angga dalam gelaran Aspebindo Energy Leadership di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Menurut Angga, China dan India menjadi dua negara asal pasokan Pertalite yang telah berhasil diperoleh melalui strategi diversifikasi tersebut.

“Kita melakukan diversifikasi sumber pasokan, sehingga apabila terjadi gangguan di satu titik, satu origin, maka kita masih bisa mengantisipasi dari origin lainnya. Yang mana kita telah mendapatkan pasokan dari China dan India,” katanya.

Ia menjelaskan, strategi tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan mengantisipasi risiko geopolitik yang meningkat sejak awal 2026. Salah satu perhatian utama adalah dinamika di Selat Hormuz yang mengalami situasi buka-tutup dan berpotensi menghambat distribusi energi global.

Ketidakpastian tersebut tidak hanya mengancam kelancaran pengiriman energi, tetapi juga mendorong kenaikan biaya pengangkutan kapal atau freight cost. Kondisi ini turut menambah tantangan dalam pengadaan minyak mentah maupun produk BBM impor.

Untuk memperkuat ketahanan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan skema kerja sama antarpemerintah atau government to government (G2G), selain tetap menjalankan mekanisme pengadaan melalui pelelangan.

Perusahaan turut mengombinasikan kontrak jangka panjang (term) dengan pengadaan jangka pendek (spot) agar pemenuhan kebutuhan BBM dan LPG domestik lebih fleksibel.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga memperketat ketentuan kontrak dengan pemasok, terutama untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman kargo maupun ketidaksesuaian spesifikasi produk (off-spec). Ketentuan penalti disiapkan bagi pemasok yang tidak memenuhi kesepakatan.

“Scheduling supply menjadi penting bagi kami untuk menjaga keandalan energi,” pungkas Angga.

Penulis: Ris