Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Poleang Tenggara Belum Membuahkan Hasil, Operasi SAR Dilanjutkan Besok

Peristiwa12 Dilihat

BOMBANA, REPUBLIX.ID – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di sekitar Perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, hingga Sabtu (6/6/2026) sore belum membuahkan hasil.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kendari, Pos SAR Kolaka, TNI-Polri, serta unsur masyarakat setempat telah melakukan penyisiran sejak pagi. Namun hingga pukul 17.00 Wita, korban bernama Tuang alias Igo (37), warga Kabupaten Konawe Kepulauan, belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi.

“Hingga memasuki pukul 17.00 Wita, pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan masih dengan hasil nihil. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pukul 07.00 Wita,” terangnya.

Menurut Amiruddin, proses pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan menggunakan sejumlah sarana pendukung, termasuk Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal pa’gae, longboat, peralatan medis SAR, peralatan evakuasi, serta perangkat komunikasi.

“Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia bersama unsur terkait untuk memaksimalkan pencarian korban di lokasi kejadian dan area sekitarnya,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas, insiden tersebut bermula pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 15.00 Wita saat sebuah kapal pa’gae milik H. Daeng Gassing berangkat melaut untuk menangkap ikan dengan membawa 11 anak buah kapal.

Sekitar pukul 17.45 Wita, kapal tersebut mulai menebar jaring. Satu jam kemudian, tepatnya pukul 18.45 WITA, korban meminta izin untuk buang air besar di laut dengan menggunakan sebuah gabus sebagai alat pelampung sementara.

Saat itu, 10 ABK lainnya masih fokus menarik jaring ikan ke atas kapal. Namun ketika seluruh jaring berhasil diangkat sekitar pukul 19.30 Wita, korban sudah tidak terlihat lagi.

“Juragan kapal kemudian menyalakan mesin dan berupaya mencari keberadaan korban. Pencarian awal dilakukan oleh kru kapal, namun korban tidak ditemukan hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak berwenang,” jelas Amiruddin.

Tim SAR Gabungan masih menghadapi tantangan kondisi perairan meski cuaca terpantau cerah. Berdasarkan data BMKG, kecepatan angin di lokasi mencapai 16 kilometer per jam dari arah timur laut dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter.

“Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Besok pagi pencarian akan kembali dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran sesuai rencana operasi SAR,” pungkas Amiruddin.

Dalam operasi pencarian ini, unsur yang terlibat antara lain SMC dan staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Pos TNI AL Bombana, kru longboat, kru kapal pa’gae, serta masyarakat sekitar.

Penulis : Ris

Komentar