Rumah Warga di Kolaka Utara Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Peristiwa705 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Sebuah rumah panggung berbahan kayu di Dusun II, Desa Teposua, Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, ludes terbakar pada Minggu malam, 31 Mei 2026. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Rumah yang terbakar diketahui milik almarhum Hamid dan saat ini ditempati oleh Risma Yanti, seorang ibu rumah tangga. Kebakaran terjadi sekitar pukul 23.00 Wita.

Menurut keterangan Risma Yanti, sebelum api membesar ia mencium bau hangus dari bawah tangga rumah. Saat memeriksa sumber bau tersebut, ia melihat api sudah mulai membesar di bagian bawah rumah.

“Saya mencium bau hangus dari bawah tangga. Ketika saya cek, api sudah membesar di bawah rumah. Saya langsung meminta bantuan keluarga dan warga sekitar karena anak saya masih tertidur di dalam rumah,” ujar Risma Yanti.

Risma kemudian menghubungi kerabatnya, Faisal dan Udin, untuk membantu memadamkan api sekaligus menyelamatkan anaknya yang berada di dalam rumah.

Faisal mengatakan saat tiba di lokasi, kobaran api sudah terlihat dari kolong rumah dan dengan cepat membesar karena bangunan didominasi material kayu.

“Kami bersama warga langsung berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu mobil pemadam kebakaran datang,” kata Faisal.

Satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 Wita dan langsung melakukan pemadaman. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00 Wita. Namun, rumah beserta seluruh isinya tidak dapat diselamatkan.

Kasi Humas Polres Kolaka Utara, AIPDA Ahmad Syaiful, mengatakan hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik yang berasal dari area bawah rumah.

“Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pengecekan awal di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik pada kabel yang terhubung dengan colokan mesin cuci yang berada di bawah kolong rumah. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujar Ahmad Syaiful, Senin, 1 Juni 2026.

Menurut dia, material rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat membesar sehingga sulit dikendalikan oleh warga.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri, termasuk anak yang saat itu sedang tertidur di dalam rumah. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta,” katanya.

Ahmad Syaiful menambahkan, personel Polsek Pakue telah melakukan sejumlah langkah kepolisian, mulai dari membuat laporan polisi, mengumpulkan bahan keterangan, mencari barang bukti di sekitar lokasi, hingga memasang garis polisi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat ini kasus masih dalam penyelidikan. Petugas telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan para saksi guna memastikan penyebab kebakaran secara pasti,” ujarnya.

Selain kerugian materi, kebakaran juga menimbulkan kepulan asap yang sempat mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi. Polisi mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.

Penulis : Astar

Komentar