KONAWE SELATAN, REPUBLIX.ID – Operasi pencarian terhadap seorang petani yang dilaporkan hilang di kawasan kebun Desa Andoolo, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, berakhir dengan kabar baik. Korban bernama Tani, 45 tahun, ditemukan dalam keadaan selamat pada Rabu dini hari, 3 Juni 2026.
Korban ditemukan sekitar pukul 00.27 Wita oleh pihak keluarga di area berjarak sekitar 1,2 kilometer ke arah timur dari titik terakhir keberadaannya (Last Known Position/LKP). Saat ditemukan, korban dalam kondisi lemas dan mengalami kebingungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan penemuan korban mengakhiri operasi SAR yang telah berlangsung sejak laporan diterima.
“Korban ditemukan oleh pihak keluarga dalam keadaan selamat. Saat ditemukan, kondisi korban lemas dan bingung sekitar 1,2 kilometer dari lokasi terakhir yang diketahui,” kata Amiruddin.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju rumahnya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari keluarga.
“Selanjutnya korban dievakuasi ke rumah korban. Kondisinya selamat sehingga tidak diperlukan evakuasi medis lanjutan ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Amiruddin menjelaskan, dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dihentikan.
“Dengan telah ditemukannya korban tersebut dalam keadaan selamat, Operasi SAR kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang yang hilang di kebun Desa Andoolo dinyatakan selesai dan ditutup,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, masyarakat, dan keluarga korban yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Minggu, 31 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim SAR, sekitar pukul 09.00 Wita korban berangkat ke kebun untuk mencari kemiri.
Sekitar pukul 10.00 Wita, keluarga sempat mengantarkan makanan dan masih melihat korban berada di kebun. Saat itu, korban menyampaikan akan melanjutkan aktivitas mencari tali resam yang biasa digunakan sebagai bahan anyaman di sekitar area perkebunan.
Namun ketika keluarga kembali sekitar pukul 15.00 Wita, korban sudah tidak berada di lokasi. Yang ditemukan hanya kemiri hasil kumpulan korban. Upaya pencarian yang dilakukan keluarga dan warga sekitar tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan kepada Basarnas Kendari.
Operasi pencarian melibatkan personel KPP Kendari, Damkar Konawe Selatan, Polsek Andoolo, masyarakat setempat, serta keluarga korban. Tim juga mengerahkan sejumlah peralatan seperti kendaraan rescue, ambulans, sepeda motor trail, drone thermal, peralatan komunikasi, serta perlengkapan medis dan evakuasi.
Penulis : Ris









Komentar