Kampanye Antikorupsi Digelar di Ruang Publik, Warga Diajak Terlibat Aktif

Ragam363 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memanfaatkan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) sebagai ruang edukasi publik dengan menggelar kampanye antikorupsi terbuka di kawasan Masjid Agung Bahru Rasyad Wal Ittihad, Minggu (14/12/2025).

Kegiatan yang diprakarsai Inspektorat Daerah tersebut dirancang menyentuh langsung masyarakat. Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti jalan santai dan senam bersama sebelum menerima materi edukasi terkait pencegahan korupsi dari jajaran Polres dan Kejaksaan Negeri Kolaka Utara.

Upaya mendorong transparansi juga ditunjukkan melalui aktivasi akun Coretax oleh Kantor Pelayanan Pajak. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kepatuhan perpajakan berbasis sistem digital, sekaligus mendekatkan layanan negara kepada masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi warga lintas usia yang kompak mengenakan pakaian putih. Kehadiran berbagai door prize turut menciptakan suasana interaktif dan inklusif.

Sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda, dan perwakilan organisasi masyarakat turut membaur bersama warga.

Asisten I Sekretariat Daerah Kolaka Utara, Ir. Ihwan, menilai peringatan Hakordia harus dimaknai lebih dari sekadar agenda tahunan. Menurutnya, perang melawan korupsi membutuhkan perubahan sikap yang dimulai dari individu.

“Korupsi bukan hanya soal hukum, tapi soal budaya. Jika kejujuran dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, maka praktik korupsi bisa dicegah sejak awal,” ujarnya.

Asisten I Setda Kolaka Utara, Ir. Ihwan sampaikan sambutan dalam rangka peringatan Hakordia. Foto : Diskominfo Kolaka Utara

Senada dengan itu, Kepala Inspektorat Daerah Kolaka Utara, Dr. H. Syamsuriyani, ST., M.M menekankan, pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia menyebut, pemberantasan korupsi tidak bisa hanya dibebankan pada aparat penegak hukum.

“Tagline ‘Satukan Aksi Basmi Korupsi’ mengandung pesan bahwa integritas harus menjadi nilai bersama. Pencegahan paling efektif adalah ketika masyarakat dan pemerintah saling mengawasi,” katanya.

Syamsuriyani juga mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap aturan baik regulasi negara maupun tata kelola pemerintahan menjadi kunci menciptakan pemerintahan yang bersih dan dipercaya publik.

Melalui pendekatan yang lebih partisipatif dan terbuka, peringatan Hakordia di Kolaka Utara diarahkan sebagai gerakan sosial, bukan sekadar peringatan simbolik, dengan harapan nilai antikorupsi semakin mengakar di tengah masyarakat.

Penulis : Astar

Editor : Andi M

Komentar