Enam Korban Ditemukan di Puncak Bulusaraung, SAR Evakuasi Satu dari Jurang 350 Meter

Ragam88 Dilihat

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan enam korban di sekitar lokasi puncak, tak jauh dari titik ditemukannya bagian ekor pesawat”

MAKASSAR, REPUBLIX.ID – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ART 42-500 di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan perkembangan.

Hingga Kamis (22/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan enam korban di sekitar lokasi puncak, tak jauh dari titik ditemukannya bagian ekor pesawat.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Andi Sultan mengatakan, operasi sejak pagi difokuskan pada penyisiran intensif di sektor puncak dan area sekitarnya dengan mengerahkan unsur darat dan udara.

“Sejak pukul 07.53 WITA, empat personel tim puncak melakukan penyisiran di sisi kiri jalur, tepat di sekitar lokasi ditemukannya ekor pesawat. Pemantauan udara juga dilakukan menggunakan helikopter Caracal untuk memperluas cakupan pengamatan dan mendukung pergerakan tim di darat,” ujar Andi Sultan dilansir dari SAR Nasional Makassar, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, pada rentang waktu pukul 09.22 hingga 10.11 WITA, tim SAR gabungan menemukan enam korban di titik koordinat yang saling berdekatan. Satu korban berhasil dievakuasi dari jurang dengan kedalaman sekitar 350 meter menuju puncak pegunungan.

“Satu paket korban sudah berhasil dievakuasi dan berada bersama tim SAR gabungan. Masih terdapat lima paket lainnya yang akan diupayakan evakuasi. Saat ditemukan, masing-masing korban berjarak sekitar 50 meter satu sama lain, di lokasi yang minim serpihan pesawat,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses pencarian, sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan ke beberapa sektor dengan kekuatan personel yang bervariasi. Namun, setelah titik koordinat penemuan korban dipastikan, seluruh unsur diarahkan untuk fokus ke lokasi tersebut.

Dukungan udara juga kembali diupayakan menggunakan helikopter Bell 429 untuk rencana penurunan personel dan logistik. Namun, misi tersebut terpaksa dibatalkan akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga helikopter kembali ke home base di Lanud Sultan Hasanuddin.

“Medan yang sangat terjal, jarak pandang terbatas, serta cuaca yang cepat berubah menjadi tantangan utama di lapangan. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengutamakan faktor keselamatan,” tegas Andi Sultan.

Hingga saat ini, operasi SAR masih terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan dinamika medan. Tim SAR gabungan berkomitmen untuk melakukan upaya terbaik dalam proses pencarian dan evakuasi seluruh korban.

Penulis : Ris

Komentar