Tanah Bergerak di Morowali, Ratusan Warga Fatufia Mengungsi Dini Hari

Regional90 Dilihat

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 288 jiwa terpaksa mengungsi akibat tanah bergerak” 

MOROWALI, REPUBLIX.ID – Peristiwa tanah bergerak memaksa ratusan warga Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, meninggalkan tempat tinggal mereka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 288 jiwa terpaksa mengungsi akibat kejadian tersebut.

Tanah bergerak terjadi pada Kamis (29/1) sekitar pukul 03.00 WITA, saat sebagian besar warga masih terlelap. Getaran kuat yang dirasakan secara tiba-tiba memicu kepanikan, terutama di kawasan permukiman kos-kosan yang padat penduduk.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan bahwa fenomena tersebut diduga dipicu oleh aktivitas alat berat. Sedikitnya lima unit ekskavator dilaporkan tengah melakukan pemuatan material di sekitar lokasi kejadian, yang menimbulkan getaran pada struktur tanah.

“Getaran sempat dirasakan warga pada siang hari, lalu kembali terasa menjelang malam dengan indikasi tanah mulai bergeser,” kata Asbudianto, dilansir dari BPBD Sulteng.go.id, Sabtu (31/1/2026).

Kondisi tersebut membuat warga memilih mengungsi demi menghindari risiko yang lebih besar. Sebanyak 94 kamar kos terdampak, dan seluruh penghuninya dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Morowali untuk melakukan asesmen lapangan serta langkah penanganan darurat. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan mencegah potensi bencana lanjutan.

“Kebutuhan mendesak warga terdampak saat ini adalah hunian sementara serta bantuan logistik, termasuk kebutuhan dasar sehari-hari,” ujar Asbudianto.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika merasakan getaran atau perubahan kondisi tanah di sekitar permukiman, khususnya di wilayah dengan aktivitas alat berat dan kontur tanah yang labil.

Penulis : Ris

Komentar