Pemkab Kolaka Utara Pastikan By Pass Lasusua Dipantau Ketat, Balai Siapkan Anggaran Bertahap Hingga 3 Km

Ragam144 Dilihat

“Gelombang tinggi tak hanya merusak talud, tetapi juga menghancurkan dinding pembatas jalan serta menggerus bahu hingga badan jalan di beberapa titik jalur tersebut. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra waspada, terutama saat melintas pada malam hari”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Cuaca ekstrem yang disertai gelombang tinggi terus menghantam pesisir Kabupaten Kolaka Utara dalam beberapa bulan terakhir. Dampaknya, talud pemecah gelombang di hampir sepanjang ruas Jalan By Pass Lasusua-Tobaku jebol di sejumlah titik.

Pantauan Republix.id, Jumat (6/2/2026), gelombang tinggi tak hanya merusak talud, tetapi juga menghancurkan dinding pembatas jalan serta menggerus bahu hingga badan jalan di beberapa titik jalur tersebut. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra waspada, terutama saat melintas pada malam hari.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memastikan kerusakan tersebut tetap menjadi perhatian serius, meski kewenangan pengelolaan Jalan By Pass Lasusua berada di bawah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kolaka Utara, Patehuddin, S.H menuturkan, pemantauan lapangan dilakukan secara rutin dan hasilnya terus dilaporkan ke Balai Provinsi sebagai tindak lanjut kerusakan akibat cuaca ekstrem.

“Kondisi by pass selalu kami pantau dan laporkan ke balai. Kami juga sudah berkunjung langsung ke kantor balai untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan,” terangnya, Jumat (6/2/2026).

Koordinasi tersebut mulai membuahkan hasil. Saat ini, balai telah memproses pembangunan talud sepanjang 600 meter. Selain itu, pada tahun berjalan, anggaran kembali disiapkan untuk pembenahan talud sekitar 1 kilometer.

Upaya perbaikan akan berlanjut pada tahun depan. Berdasarkan keterangan satuan kerja (satker), balai menargetkan pembenahan talud sepanjang 2 kilometer, bahkan diupayakan mencapai hingga 3 kilometer.

“Jalur by pass ini sudah menjadi prioritas balai. Namun proses pengerjaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran dan kondisi cuaca,” jelasnya.

Sambil menunggu pekerjaan permanen, Dinas PUPR Kolaka Utara bersama petugas balai secara intens mengirimkan data pembaruan kondisi lapangan dalam bentuk foto dan video. Rambu peringatan dan tanda hati-hati juga telah dipasang di sejumlah titik talud yang jebol.

Dalam waktu dekat, pemerintah daerah turut menyiapkan langkah penanganan darurat. Talud serta bahu jalan yang rusak direncanakan akan ditutup menggunakan batu yang dilapisi sertu guna menekan risiko kerusakan lanjutan.

“Penanganan darurat akan kami lakukan lebih dulu, sambil menunggu kondisi cuaca memungkinkan dan koordinasi lanjutan dengan balai,” pungkasnya.

Penulis: Ris

Komentar