Gempa M6,4 Pacitan Berdampak pada 224 Jiwa di Tiga Provinsi, Puluhan Warga Luka-luka

Ragam208 Dilihat

“Berdasarkan laporan pemutakhiran hingga pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 224 jiwa terdampak di lima kabupaten, dengan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta korban luka-luka”

JAKARTA, REPUBLIX.ID – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, berdampak luas hingga tiga provinsi.

Berdasarkan laporan pemutakhiran hingga pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 224 jiwa terdampak di lima kabupaten, dengan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta korban luka-luka.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan pers menyampaikan, korban luka terbanyak tercatat di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Sebanyak 40 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa,” ujar Abdul Muhari.

Gempa terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur, sekitar 90 kilometer tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan dirasakan cukup kuat selama 2 hingga 3 detik di Kabupaten Pacitan dan Trenggalek, serta terasa di sejumlah wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hasil analisis memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Pacitan dan Trenggalek di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bantul di Provinsi DI Yogyakarta, serta Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, dan Wonogiri di Provinsi Jawa Tengah.

Dari sisi kerusakan materiil, BNPB mencatat di Provinsi Jawa Timur terdapat 29 unit rumah terdampak, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa. Sementara di Provinsi Jawa Tengah tercatat 18 unit rumah rusak, lima fasilitas pendidikan terdampak, serta masing-masing satu unit fasilitas peribadatan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas umum.

Adapun di Provinsi DI Yogyakarta dilaporkan delapan unit rumah terdampak, termasuk fasilitas pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah.

Dalam penanganan kejadian ini, BNPB terus melakukan pemantauan serta koordinasi intensif dengan BPBD provinsi dan kabupaten/kota terdampak. Dukungan diberikan dalam bentuk penguatan sistem komando penanganan darurat, koordinasi lintas sektor, serta kesiapsiagaan sumber daya sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Pacitan, Trenggalek, dan Bantul telah melakukan monitoring pascagempa dan kaji cepat.

Penulis : Ris

Komentar