KENDARI, REPUBLIX.ID – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Pacitan untuk memperkuat operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
KN SAR Pacitan bertolak dari Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari pada Sabtu (18/7/2026) pukul 12.10 Wita dalam status Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk memperkuat operasi SAR yang telah memasuki hari keempat.
KM Nurul Salsa mengalami kecelakaan pada Rabu (15/7/2026). Kapal tersebut bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, sekitar pukul 05.00 Wita dengan mengangkut 74 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal. Selain membawa penumpang, kapal juga mengangkut kopra, ternak sapi, serta sejumlah sepeda motor.
Sekitar lima jam setelah berlayar, kapal mengalami mati mesin saat berada sekitar 43 mil laut di sebelah barat Pulau Polassi. Akibat kehilangan tenaga penggerak, kapal terombang-ambing dihantam gelombang dan angin kencang. Tidak lama kemudian, air masuk ke ruang mesin hingga kapal akhirnya tenggelam.
Pada hari pertama operasi penyelamatan, KM Harapan Kita yang melintas di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan 41 orang. Sementara enam penumpang lainnya dievakuasi oleh kapal nelayan dan dibawa ke Pulau Polassi.
Hingga kini, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan nelayan setempat.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan pengerahan KN SAR Pacitan merupakan bagian dari upaya memperkuat unsur SAR di lokasi kejadian.
“KN SAR Pacitan diberangkatkan untuk melaksanakan BKO Operasi SAR kecelakaan kapal terhadap KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi pada 15 Juli 2026,” terangnya, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, KN SAR Pacitan menempuh jarak sekitar 262 mil laut (NM) atau sekitar 485 kilometer dari Kendari menuju lokasi kejadian.
“KN SAR Pacitan bertolak dari Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari menuju perairan Pulau Selayar dengan estimasi tiba di Last Known Position (LKP) sekitar 18 jam,” ujarnya.
Amiruddin mengatakan KN SAR Pacitan merupakan kapal berbahan aluminium sepanjang 59,8 meter dengan kecepatan maksimum 20 knot.
“Total person on board (POB) yang diberangkatkan sebanyak 28 orang, terdiri atas satu Kepala Seksi Operasi dan Siaga KPP Kendari, 21 kru KN SAR Pacitan, serta enam personel rescuer KPP Kendari,” katanya.
Selain personel, Basarnas juga mengerahkan berbagai peralatan pendukung operasi, di antaranya Sea Rider, sekoci, rubber boat, peralatan medis SAR, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di wilayah operasi diperkirakan berawan dengan arah angin bertiup dari timur hingga selatan berkecepatan 2–20 kilometer per jam. Tinggi gelombang berkisar 0,5–1 meter, sehingga masih mendukung pelaksanaan operasi pencarian.
“Kami berharap penambahan armada dan personel ini dapat memperkuat operasi pencarian sehingga korban yang masih belum ditemukan dapat segera ditemukan dan dievakuasi,” tutup Amiruddin.
Penulis: Ris









Komentar