Gempa M 3,0 Guncang Kendari, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Kendari Segmen Tengah

Peristiwa36 Dilihat

“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari Segmen Central atau segmen tengah”

KENDARI, REPUBLIX.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 3,0 mengguncang wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (15/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.15 Wita. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara, episenter gempa berada pada koordinat 4,13 Lintang Selatan dan 122,71 Bujur Timur. Lokasinya berada di darat, sekitar 28 kilometer tenggara Kendari, dengan kedalaman 5 kilometer.

Pelaksana Tugas Kepala Bagian BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil menjelaskan, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari Segmen Central atau segmen tengah,” ujar Nasrol.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) BMKG dan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Moramo, Kabupaten Konawe Selatan dengan skala intensitas II–III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Sebagian warga juga merasakan getaran seperti ada kendaraan berat yang melintas.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 2,6 hingga pukul 01.38 WIB.

Nasrol mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” katanya.

Informasi resmi terkait aktivitas gempa dapat diakses melalui akun media sosial resmi BMKG, situs web bmkg.go.id, maupun aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.

Penulis : Ris

Komentar