Operasi SAR Ditutup, Korban Jatuh di Perairan Lasalimu Masih Misterius

Peristiwa42 Dilihat

BUTON, REPUBLIX.ID – Upaya pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan terjatuh dari longboat di perairan Lasalimu, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, resmi dihentikan oleh Tim SAR Gabungan setelah memasuki hari ketujuh operasi tanpa hasil.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari menyatakan, seluruh unsur yang terlibat telah dikerahkan secara maksimal sejak laporan pertama diterima, namun hingga penutupan operasi, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., menyampaikan keputusan penghentian operasi diambil sesuai prosedur setelah evaluasi menyeluruh di lapangan.

“Setelah memasuki hari ketujuh pelaksanaan operasi SAR dan tidak adanya tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi resmi kami tutup,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Ia menegaskan, seluruh unsur SAR gabungan telah bekerja maksimal dengan menyisir area perairan yang diperkirakan menjadi lokasi kejadian.

“Tim sudah melakukan pencarian secara optimal menggunakan seluruh peralatan yang tersedia, namun hasil masih nihil,” tambahnya.

Sementara itu, SMC (SAR Mission Coordinator) operasi SAR tersebut menjelaskan, kondisi lapangan dan hasil pemantauan selama operasi menjadi dasar penghentian pencarian aktif.

“Berdasarkan evaluasi cuaca, pola arus, serta hasil penyisiran di area pencarian, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur dikembalikan ke satuannya masing-masing,” jelasnya.

Korban diketahui bernama Insan (30), warga Desa Lasalimu Pantai. Ia dilaporkan pergi memancing menggunakan longboat pada 13 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 Wita.

Sehari setelahnya, pada 14 Juni 2026, longboat milik korban beserta telepon genggam ditemukan terdampar di pesisir Desa Koepisino (Tanah Merah), Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara. Sejak saat itu, pencarian intensif terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Dalam operasi ini, unsur yang terlibat meliputi Basarnas Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polairud Buton, masyarakat sekitar, serta pihak keluarga korban. Berbagai peralatan seperti RIB, rescue car, aquaeye, hingga perlengkapan komunikasi dan evakuasi turut dikerahkan.

Kondisi cuaca selama operasi dilaporkan relatif cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 11 km/jam dari arah timur berdasarkan data BMKG.

Dengan ditutupnya operasi ini, Basarnas Kendari menegaskan tetap siap melakukan respons jika ditemukan informasi atau tanda-tanda baru terkait keberadaan korban di kemudian hari.

Penulis : Ris

Komentar