Gempa M7,6 Guncang Batang Dua Ternate Berpotensi Tsunami, Warga Diminta Waspada 

Peristiwa57 Dilihat

“Hasil analisis menunjukkan episenter gempa berada di laut pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer”

TERNATE, REPUBLIX.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. Gempa dangkal ini dipastikan berpotensi tsunami dan memicu kepanikan warga di sejumlah daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, menyampaikan hasil analisis menunjukkan episenter gempa berada di laut pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujar Rahmat dalam keterangan resminya.

Guncangan gempa dirasakan kuat di Ternate dengan intensitas mencapai V-VI MMI. Getaran bahkan membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Di wilayah Manado dan Gorontalo, gempa dirasakan dengan intensitas IV-V hingga III MMI.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami. Status SIAGA ditetapkan untuk wilayah Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, hingga sebagian Minahasa. Sementara status WASPADA diberlakukan di sejumlah wilayah lain seperti Kepulauan Sangihe dan sebagian Bolaang Mongondow.

“Berdasarkan hasil pemodelan, gempa ini berpotensi tsunami. Masyarakat di wilayah pesisir yang masuk status siaga diimbau segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi,” tegas Rahmat.

Hasil pemantauan alat ukur muka laut (tide gauge) menunjukkan adanya kenaikan permukaan air laut di sejumlah titik. Di Halmahera Barat tercatat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara mencapai 0,75 meter, serta Belang 0,68 meter.

Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 11 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG, termasuk situs web dan media sosial yang telah terverifikasi.

“Pastikan selalu mengikuti arahan resmi dan segera menjauhi kawasan pesisir bagi yang berada di wilayah berstatus siaga,” pungkas Rahmat.

Penulis : Ris

Komentar