Kementan Kawal Nursery Kakao Koltim, Prof Yusran Yusuf Pastikan Bibit Unggul untuk Petani

Berita Tani1070 Dilihat

KOLAKA TIMUR, REPUBLIX.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengembangan kakao nasional melalui pendampingan langsung di daerah sentra produksi.

Kali ini, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara bersama Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian melakukan monitoring dan evaluasi (monev) nursery kakao di Desa Wesalo, Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur, Rabu (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Dr. Ir. Yusran Yusuf, M.Si., IPU., C.EIA dengan melibatkan Balai Sertifikasi Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara, BBPP Batangkaluku, Katim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Kolaka Timur, serta penyuluh pertanian setempat.

Tim turun langsung meninjau kondisi persemaian, kualitas bibit kakao, penerapan teknologi budidaya, hingga kesiapan sarana pendukung nursery guna memastikan proses pembibitan berjalan sesuai standar teknis.

Prof Yusran Yusuf menegaskan, nursery memiliki peran vital dalam menentukan kualitas dan produktivitas perkebunan kakao di masa mendatang. Menurutnya, keberhasilan sektor kakao sangat ditentukan dari kualitas bibit yang digunakan petani.

“Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan proses pembibitan berjalan baik sehingga mampu menghasilkan bibit kakao berkualitas untuk mendukung pengembangan perkebunan kakao di Kolaka Timur,” ujar Prof Yusran dilansir dari BRMP Sultra.

Ia menambahkan, pengawasan dan pendampingan berkala menjadi langkah penting agar proses pembibitan tetap sesuai standar teknis serta mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan.

Selain melakukan evaluasi teknis, tim Kementerian Pertanian juga berdiskusi langsung dengan petani dan pengelola nursery terkait berbagai kendala yang dihadapi selama proses pembibitan.

Mulai dari pemeliharaan bibit, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga pengaturan naungan di area persemaian menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah solusi teknis dan pendampingan lapangan turut diberikan untuk membantu petani meningkatkan kualitas bibit kakao yang dihasilkan.

Kehadiran tim dari Kementerian Pertanian mendapat respons positif dari petani dan pengelola nursery. Mereka mengaku memperoleh tambahan wawasan dan solusi praktis dalam mengatasi persoalan budidaya kakao yang selama ini dihadapi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perkebunan kakao nasional, khususnya di Sulawesi Tenggara yang dikenal sebagai salah satu daerah potensial penghasil kakao di Indonesia.

Penulis : Ris

Komentar