MUNA BARAT, REPUBLIX.ID – Operasi pencarian terhadap Farida (45), warga Desa Lasama, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, terus diperluas.
Memasuki hari ketiga, Minggu (25/5/2026), tim SAR gabungan menyisir area perairan hingga hutan bakau di sekitar Muara Bone Balano untuk mencari korban yang dilaporkan hilang saat mencari kerang laut bersama keluarganya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S mengatakan, operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 Wita dengan membagi personel menjadi dua tim pencarian.
“Tim pertama menggunakan rubber boat menyisir area seluas 1,425 nautical mile persegi, sementara tim kedua menggunakan longboat melakukan penyisiran dari LKP hingga wilayah Lemoambo serta menyisir kawasan bakau sepanjang 8,94 nautical mile,” ujar Amiruddin.
Ia menegaskan, tim SAR gabungan masih berupaya maksimal meski area pencarian cukup luas dan memiliki medan yang menantang.
“Seluruh unsur SAR gabungan terus melakukan pencarian secara intensif dengan harapan korban segera ditemukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan keluarga dan masyarakat setempat selama proses pencarian berlangsung,” katanya.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah namun berpotensi hujan ringan. Kecepatan angin tercatat sekitar 5,2 kilometer per jam dari arah timur laut.
Korban diketahui hilang sejak Jumat (23/5/2026). Saat itu Farida bersama keluarganya pergi ke Muara Bone Balano, Desa Lasama, untuk mencari kerang laut. Setibanya di lokasi, mereka berpencar mencari kerang di sekitar muara.
Namun sekitar pukul 13.30 Wita, ketika seluruh anggota keluarga kembali berkumpul, korban tidak terlihat. Pihak keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hasilnya masih nihil hingga akhirnya dilaporkan ke Basarnas.
“Korban diduga terpisah saat mencari kerang di area muara. Sebelum laporan diterima Basarnas, keluarga dan warga sudah lebih dulu melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil,” ungkap Amiruddin.
Dalam operasi SAR ini, sejumlah unsur gabungan turut dilibatkan, di antaranya Staf SMC KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polsek Tiworo Kepulauan, Babinsa, Polair, aparat Desa Lasama, masyarakat sekitar, hingga keluarga korban.
Tim SAR juga mengerahkan sejumlah peralatan pendukung seperti rescue car, rubber boat, longboat, perlengkapan medis, peralatan evakuasi, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Hingga Minggu sore, korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan pemantauan intensif di area muara dan pesisir sekitar lokasi kejadian.








Komentar